Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

NILAI TUKAR: Mata Uang Asia Menguat Selama Sepekan

Mata uang negara-negara Asia selama pekan ini mengalami penguatan mingguan terbesar dalam 4 bulan terakhir.
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SINGAPURA – Mata uang negara-negara Asia selama pekan ini mengalami penguatan mingguan terbesar dalam 4 bulan terakhir.

Hal itu terjadi karena pemulihan yang tidak merata di AS meningkatkan taruhan Bank Sentral Amerika akan menunda kenaikan suku bunga acuan, mendorong permintaan atas aset berisiko.

Mengacu data Bloomberg, Sabtu (16/8/2014), investor global memompa dana sebesar US$1,3 miliar ke dalam enam pasar saham negara berkembang di Asia.

Pekan lalu, klaim pengangguran AS mencapai 311.000 atau lebih dari rerata perkiraan analis sebesar 295.000, sementara penjualan ritel sedikit berubah pada Juli dan catatan kinerja terburuk dalam 6 bulan. 

Kemudian di Rusia, Presiden Vladimir Putin menyatakan akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengakhiri konflik Ukraina.

Indeks Asia Dollar Bloomberg - JP Morgan yang melacak bahwa pergerakan 10 mata uang paling aktif di kawasan kecuali Yen Jepang, menguat sebesar 0,4% pada pekan ini.

Ringgit Malaysia diperdagangkan menguat 1,7% ke level 3,1537 per dolar AS. Won Korea Selatan menguat 1,5% ke level 1.020,93 per dolar AS. Sedangkan Peso Filipina menguat sebesar 1,1% menjadi 43,665 per dolar AS.

“Kita punya tumpuan faktor pendukung, kekhawatiran arus modal keluar kembali dari pasar Asia ke Amerika. Kemudian ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang telah mereda yang mendukung semua pasar negara berkembang,” ujar Dariusz Kowalczyk, ahli strategi Credit Agricole CIB di Hong Kong sebagaimana dilansir Bloomberg, Sabtu (16/8).

Peso mengalami penguatan sepekan terbesar sejak Mei menyusul spekulasi bank sentral setempat akan menaikkan dana pinjaman untuk mendinginkan inflasi.

Harga konsumen naik pada Juli sebesar 4,9% (yoy), paling tinggi sejak Oktober 2011.

Kemudian, Rupiah menguat sebesar 0,9% pada pekan ini menjadi Rp11.675 per dolar AS.

Kemarin, mata uang Indonesia stabil setelah data menunjukkan defisit neraca transaksi berjalan melebar.

Di tempat lainnya di Asia, Bath Thailand menguat sebesar 0,8% selama sepekan menjadi 31,852 per dolar AS.

Dolar Taiwan menguat sebesar 0,1% menjadi NT$30,035 per dolar AS.

Rupee India menguat sebesar 0,6% menjadi 60,7687 dan Dong Vietnam menguat 0,1% menjadi 21.200 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggi Oktarinda
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper