Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Kehadiran El Nino Naik, Potensi Kekeringan Meningkat

Gejala kemunculan El Nino perlahan kian jelas dan memperkuat ramalan kekeringan di wilayah Australia dan Asia serta musim dingin yang lebih hangat di AS dan belahan utara bumi.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 24 April 2014  |  19:22 WIB
  Ilustrasi lahan pertanian yang kekeringan. Gejala kehadiran El-Nino melonjak yang berdampak potensi kekeringan di Asia naik.  -  Bisnis.com
Ilustrasi lahan pertanian yang kekeringan. Gejala kehadiran El-Nino melonjak yang berdampak potensi kekeringan di Asia naik. - Bisnis.com

Bisnis.com, BOSTON—Gejala kemunculan El Nino perlahan kian jelas dan memperkuat ramalan kekeringan di wilayah Australia dan Asia serta musim dingin yang lebih ‘hangat’ di AS dan belahan utara bumi.

Pusat Prediksi Iklim AS, seperti dirilis dari Bloomberg Kamis (24/4/2014) memperkirakan pola cuaca hangat di Samudra Pasifik meningkat menjadi 65% dan diproyeksikan terjadi setelah Agustus tahun ini. Sebelumnya potensi tersebut hanya 52%.

Sementara itu Biro Meteorologi Australia mengatakan El Nino bakal muncul pada Juli. Di sisi lain, Organsisai Meteorologi Dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan fenomena cuaca itu bakal muncul pada pertengahan 2014.

Kevin Trenberth, ilmuwan di bidang analis iklim dari National Center for Atmospheric Research mengatakan analis harus bisa memastikan kapan El Nino akan muncul secara pasti. “Tanda-tandanya cukup jelas bahwa kita akan menghadapi ‘acara’ besar,” katanya pada Bloomberg.

Menilik pada sejarah, data dari badan Administrasi Nasional Kelautan dan Atmosfer AS menyebutkan pada 1997-1998 El Nino hebat melanda iklim global dan menaikkan temperatur dunia hingga 1,2 derajat menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 58,1 derajat Fahrenheit atau setara dengan 15 derajat Celcius.

Kala itu badan tersebut memperkirakan El Nino membuat ekonomi AS tergerus sekitar US$10 miliar karena kekeringan yang merusak tanaman dan pengeluaran konsumen pada bahan bakar turun hingga US$2,2 miliar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekeringan El Nino
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top