Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hujan Diprediksi Turun, Harga Gandum Melorot

Harga gandum kembali turun untuk hari kedua dan memperpanjang pelemahan terbesar dalam satu tahun di tengah spekulasi hujan akan memulihkan tanaman di Amerika Serikat, Eropa dan Rusia.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 22 April 2014  |  14:17 WIB
Gandum siap panen. Harga diprediksi melorot karena hujan diprediksi turun - Reuters
Gandum siap panen. Harga diprediksi melorot karena hujan diprediksi turun - Reuters

Bisnis.com, KUALA LUMPUR--Harga gandum kembali turun untuk hari kedua dan memperpanjang pelemahan terbesar dalam satu tahun di tengah spekulasi hujan akan memulihkan tanaman di Amerika Serikat, Eropa dan Rusia.

Kontrak untuk pengiriman Juli turun 0,4% menjadi US$6.725 per bushel di Chicago Board of Trade. Berjangka turun hingga 3,4% di awal pekan yang merupakan penurunan terendah sejak April 2013.

Sementara pekan lalu, harga meningkat 4,6% yang merupakan peningkatan tertinggi sejak 14 Maret dengan sentimen kekeringan akan merusak tanaman di Amerika Serikat.

"Cuaca yang lebih baik di daerah penghasil gandum utama di dunia selama akhir pekan memicu aksi yang menguatkan harga," ujar Luke Mathews, Analis Komoditas Commonwealth Bank of Australia kepada Bloomberg, Selasa (22/4/2014).

MDA Information System LLC melaporkan hujan akan menyebar di seluruh Eropa pada pekan ini dengan curah hujan antara 0,5 inci hingga 1 inci. (Bloomberg)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga gandum
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top