Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RUPSLB Tak Kuorum, Tjiwi Kimia Tunda Tambah Modal di Oki Pulp & Paper

Produsen pulp dan kertas milik Grup Sinar Mas, PT Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) terpaksa harus menunda rencana penambahan modal hingga Rp4,9 triliun ekuivalen dengan US$407 juta pada anak perusahaannya, PT Oki Pulp & Paper Mills.

Bisnis.com, JAKARTA—Produsen pulp dan kertas milik Grup Sinar Mas, PT Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) terpaksa harus menunda rencana penambahan modal hingga Rp4,9 triliun ekuivalen dengan US$407 juta pada anak perusahaannya, PT Oki Pulp & Paper Mills.

Direktur Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata mengatakan hal itu disebabkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang direncanakan Kamis (19/12/2013) lalu tidak mencapai kuorum sehingga aksi korporasi itu belum bisa direalisasikan.

“Kami akan jadwalkan kembali RUPSLB, kemungkinan di awal Januari 2014,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (22/12/2013).

Dalam RUPSLB itu, nantinya akan dibahas mengenai mekanisme penambahan modal secara bertahap oleh perseroan hingga 2016 mendatang.

Setelah mengakuisisi Oki Pulp & Paper Mills pada Juli 2013, Tjiwi Kimia telah menyetor modal Rp300 miliar atau 35,29% kepemilikan saham di perusahaan yang berbasis di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan itu.

Menurutnya, penambahan modal itu akan dicarikan sumbernya, baik pinjaman bank, obligasi, maupun kas internal. Dia enggan menjelaskan secara detil karena harus menunggu persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang akan digelar kembali awal Januari 2014 mendatang.

Namun, perseroan telah menjaminkan 35,29% saham Oki Pulp & Paper Mills senilai Rp300 miliar belum lama ini, untuk mendapatkan pinjaman dari China Development Bank.

Bahkan, Tjiwi Kimia telah memperoleh pinjaman dana dari bank asal Negeri Tirai Bambu itu senilai US$1,8 miliar (Rp2,08 triliun).

“Seluruh pinjaman itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik pulp. Adapun pembangunan pabrik pulp secara total, kami membutuhkan dana US$2,6 miliar,” ujar Suhendra.

Sementara itu, sisa kebutuhan dana untuk proyek itu, yakni sebesar US$800 juta, berasal dari ekuitas para pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper