Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Tertunda, Wika Pangkas Capex Jadi 40%

Kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini dari rencana awal Rp1,78 triliun menjadi hanya Rp700 miliar atau 40% dari target karena tertundanya akuisisi perusahaan aspal serta proyek infrastruktur dan properti.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 28 November 2013  |  21:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini dari rencana awal Rp1,78 triliun menjadi hanya Rp700 miliar atau 40% dari target karena tertundanya akuisisi perusahaan aspal serta proyek infrastruktur dan properti.

Direktur Utama Wijaya Karya (Wika) Bintang Perbowo menuturkan perseroan mencatat baru menyerap anggaran Rp480 miliar per 30 September 2013.

Menurutnya, porsi terbesar pemangkasan belanja modal perseroan tahun ini adalah proyek pembangkit listrik (power plant).

BUMN karya ini menganggarkan belanja modal untuk proyek tersebut sebesar Rp645 miliar, tetapi baru terserap Rp106,2 miliar per September 2013.

Hal itu disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah memengaruhi pembelian peralatan proyek. “Kami akhirnya menghentikan beberapa proyek power plant karena faktor rupiah ini, apalagi hari ini menyentuh Rp12.000 per dollar AS,” ujarnya di sela-sela Investor Summit and Capital Market 2013 hari ini, Kamis (28/11/2013).

Selain itu, beberapa ekspansi yang tertunda lainnya adalah infrastruktur minyak dan gas belum terserap dari rencana semula Rp60 miliar.

Pada awalnya, belanja modal yang disiapkan tahun ini digunakan untuk pengembangan usaha sebesar Rp898 miliar, akuisisi dan penyertaan senilai Rp213,6 miliar, dan investasi aset tetap sebesar Rp192,9 miliar.

Dia menambahkan dari dana akuisisi dan penyertaan senilai Rp213,6 miliar itu, perseroan baru menyerap Rp24,9 miliar atau 11,6% dari target.

Salah satu pengembangan usaha yang tertunda dari alokasi dana akuisisi dan penyertaan itu adalah rencana perseroan untuk mengakuisisi produsen aspal pelat merah PT Sarana Karya (Persero).

Sebelumnya, perseroan sempat menargetkan proses akuisisi dapat dilakukan pertengahan tahun, tetapi akhirnya ditunda menjadi akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top