Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Tanggapan BUMI Terhadap Penurunan Peringkat

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), anak usaha Grup Bakrie, menilai penurunan peringkat BUMI dari Moodys dan S&P terlalu dini dan subyektif sehingga dapat menyesatkan investor BUMI.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), anak usaha Grup Bakrie, menilai penurunan peringkat BUMI dari Moody’s dan S&P terlalu dini dan subyektif sehingga dapat menyesatkan investor BUMI.

Pada 10 Oktober 2013, akibat debt to equity swap yang dilakukan BUMI, Moody's Investors Service telah menurunkan peringkat BUMI dari Caa1 menjadi Ca. Moody's juga menurunkan peringkat senior secured notes senilai US$300 juta yang dikeluarkan Bumi Capital Pte. Ltd., dan senior secured notes US$700 juta yang dikeluarkan Bumi Investment Pte. Ltd. ke peringkat Ca. Dua perusahaan tersebut sepenuhnya dimiliki BUMI.

Lantas, pada 15 Oktober 2013, Standard & Poor's Ratings Services menurunkan peringkat kredit jangka panjang BUMI dari CCC menjadi CC dengan prospek negatif. S&P juga menurunkan peringkat senior secured notes yang dijaminkan BUMI dari CCC menjadi CC.

Manajemen BUMI mengatakan penurunan peringkat tersebut karena asumsi likuiditas perseroan yang lemah dan risiko refinancing dalam jangka pendek. Perseroan percaya bahwa perjanjiannya dengan CIC sebagai langkah proaktif yang signifikan untuk menurunkan utang dan beban bunga sehingga meningkatkan likuiditas BUMI.

“Kami mengerti kekhawatiran mereka mengenai jatuh tempo utang-utang kami. Tetapi, kami masih optimistis bahwa produksi, penjualan, dan pendapatan kami tetap kokoh,” tulis manajemen dalam materi paparan publik, Jumat, (15/11/2013).

Rumitnya transaksi tersebut tidak memungkinkan BUMI untuk menjelaskan secara rinci.

“Kami percaya bahwa analisis mereka terlalu dini dan subyektif sehingga dapat menyesatkan investor kami, terutama para pemegang obligasi,” kata manajemen BUMI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper