Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Emiten Kosmetik Lokal MRAT dan MBTO Menurun

Emiten di sektor industri kosmetik sepanjang kuartal III/2013 belum mencatatkan pertumbuhan yang baik, terlihat dua perusahaan kosmetik dalam negeri yang mengalami penurunan laba bersih rata-rata mencapai 24%.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 10 November 2013  |  13:34 WIB
Kinerja Emiten Kosmetik Lokal MRAT dan MBTO Menurun
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten di sektor industri kosmetik sepanjang kuartal III/2013 belum mencatatkan pertumbuhan yang baik, terlihat dua perusahaan kosmetik dalam negeri yang mengalami penurunan laba bersih rata-rata mencapai 24%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, kinerja emiten kosmetik paling melemah dicatatkan PT Mustika Ratu Tbk. Emiten berkode MRAT tersebut mencatatkan laba bersih Rp10,63 miliar atau melemah 30,15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp15,22 miliar.

Sementara itu pendapatan MRAT melemah 11,55% dari Rp321,06 miliar di tahun lalu menjadi Rp283,96 miliar, padahal beban pokok penjualan di periode ini juga ikut menurun 12,33% menjadi Rp123,9 miliar dari Rp141,33 miliar.

Pelemahan juga dibukukan emiten kosmetik dalam negeri lainnya PT Martina Berto Tbk. Perusahaan yang memegang merek Sariayu-Martha Tilaar  tersebut mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 18,68% dari Rp36,83 miliar di kuartal III tahun lalu menjadi Rp29,95 miliar di periode tahun ini.

Adapun pendapatan MBTO melemah 5,2% menjadi Rp486 miliar dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp512,91 miliar. Selain itu, total aset perusahaan per 30 September sebesar Rp602,62 miliar dan kondisi kas dan setara kas pada posisi Rp73,13 miliar, sedangkan total liabilitas perusahaan di akhir periode 30 September 2013 turun 21,52% menjadi Rp137,28 miliar dari Rp174,93 miliar di akhir 2012.

“Penurunan liabilitas tersebut disebabkan penurunan pembelanjaan biaya marketing dalam 3 bulan terakhir untuk menjaga tingkat profitabilitas perusahaan,” ujar Direktur Martina Berto Handiwidjaja dalam keterangan resminya akhir Oktober 2013.

Sementara itu, emiten kosmetik multinasional PT Mandom Indonesia Tbk. berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif. Emiten berkode TCID tersebut meraup pendapatan Rp1,56 triliun atau tumbuh 11,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,4 triliun.

Laba bersih perusahaan yang berinduk di Jepang itu juga membukukan pertumbuhan laba bersih 22,83% dari Rp132 miliar di tahun lalu menjadi Rp162,21 miliar.

Presiden Direktur Mandom Indonesia Takeshi Hibi menjelaskan angka penjualan tersebut berkat kontribusi penjualan domestik yang tumbuh 9,8% menjadi Rp1,09 triliun dan penjualan ekspor tumbuh 13,8% menjadi Rp469,9 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2013 Mandom menargetkan dapat meraup pendapatan hingga Rp2 triliun, sedangkan Martina Berto membidik pendapatan hingga Rp800 miliar, serta Mustika Ratu sempat menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 30% atau sekitar Rp598 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

martina berto kinerja emiten kosmetik mustika ratu
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top