Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Melemah, Bursa Selandia Baru Ikutan Loyo Jelang Jeda Siang

Bursa saham di Selandia Baru hari ini, Kamis (24/10/2013), melemah menjelang jeda siang, seiring dengan turunnya indeks bursa saham Wall Street New York
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 24 Oktober 2013  |  06:15 WIB
Wall Street Melemah, Bursa Selandia Baru Ikutan Loyo Jelang Jeda Siang
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham di Selandia Baru hari ini, Kamis (24/10/2013), melemah menjelang jeda siang, seiring dengan turunnya indeks bursa saham Amerika Serikat di lantai bursa Wall Street New York.

Data indeks bursa Bloomberg menyebutkan  indekas New Zealand Exchange 50 melemah  24,99poin atau 0,51% ke level 4.851,40 pada pukul 11:36:00 waktu Auckland atau pukul 05:36:00 WIB.

Pada saat yang bersamaan, indeks New Zealand Exchange  Ordinaries melemah 4,15 atau 0,4% ke level  1,022.41.

Pelemahan bursa Selandia Baru itu paralel dengan kondisi bursa Amerika Serkat yang ditutup melemah pada Rabu (23/10/2013) waktu New York atau Kamis dini hari (24/10/2013) waktu Jakarta.

IndeksStandard & Poors’  S&P 500 turun 0,5% ke 1.746,38 pada Rabu pukul 16:00 waktu New York atau 03.00  WIB Kamis dini hari, setelah mengalami reli 3,3% selama 5 hari.

Indeks Dow Jones Industrial turun 54,33 poin atau 0,4%ke 15.413,33.

Edward Painvin, Chief Investment Officer Chase Investment Counsel Corp, mengatakan pasar berjalan cukup lambat.

“Setiap kali Anda memasuki musim laporan keuangan, harapannya tinggi. Pasar akan menempatkan peningkatan jumlah penekanan pada perusahaan yang memberikan harapan dan memberikan kejelasan untuk 2014," ujarnya seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa selandia baru
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top