Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SOS Rupiah, Ini Tiga Sektor Saham Paling Tertekan

Bisnis.com, JAKARTA— Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut menekan pergerakan pasar modal Indonesia.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 06 September 2013  |  14:10 WIB
SOS Rupiah, Ini Tiga Sektor Saham Paling Tertekan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut menekan pergerakan pasar modal Indonesia.

Dari sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, tiga sektor yang tertekan paling dalam adalah sektor properti sebesar 1,32%, sektor perdagangan dan jasa 0,98%, dan sektor finansial 0,87%.

Berdasarkan pantauan Bisnis, dalam satu bulan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah anjlok 13,72%.

Lalu bagaimana pergerakan tiga sektor tersebut dalam satu bulan terakhir? Dan siapa saja emiten yang menjadi penekan utama di sektor tersebut? Berikut rincian datanya:

 

Sektor Properti (-22,79%)

Kode

Emiten

Harga (Rp)

Perubahan

LPKR

PT Lippo Karawaci Tbk

960

-2,04 %

SMRA

PT Summarecon Agung Tbk

720

-4%

BSDE

PT Bumi Serpong Damai Tbk

1.220

-1,61%

 

Sektor Perdagangan dan Jasa (-13,52%)

Kode

Emiten

Harga (Rp)

Perubahan

LPPF

PT Matahari Department Store Tbk

10.250

-6,82%

MNCN

PT Media Nusantara Citra Tbk

2.775

-1,77%

AMRT

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

550

-1,79%

 

Sektor Finansial (-17,45%)

Kode

Emiten

Harga (Rp)

Perubahan

BMRI

PT Bank Mandiri Tbk

6.650

-2,21%

BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

6.650

-0,7%

BBNI

PT Bank Negara Indonesia Tbk

3.450

-1,43%

Sumber: Bloomberg,

Jumat (6/9/2013), Pukul: 14.10 WIB

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah sektor properti sektor finansial sektor perdagangan dan jasa
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top