Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adhi Karya Tunda Rights Issue Rp2 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan konstruksi dan pengembang properti pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menunda rencana penerbitan saham baru atau rights issue sekitar 30% tahun ini akibat gejolak yang melanda pasar modal Tanah Air dan
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 06 September 2013  |  06:48 WIB
Adhi Karya Tunda Rights Issue Rp2 Triliun
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan konstruksi dan pengembang properti pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menunda rencana penerbitan saham baru atau rights issue sekitar 30% tahun ini akibat gejolak yang melanda pasar modal Tanah Air dan kebutuhan pendanaan yang dinilai tidak terlalu mendesak.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Amrozi Hamidi mengemukakan perseroan telah memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk melakukan rencana korporasi tersebut sejak 2008.

Namun, anggota parlemen meminta agar kepemilikan saham pemerintah tidak terdilusi setelah penerbitan saham baru tersebut. Dalam portepel saat ini, jumlah saham Adhi Karya tercatat sebanyak 5 miliar lembar saham.

Meskipun demikian, pihaknya belum dapat memastikan rencana aksi penawaran umum terbatas itu direalisasikan.

“DPR berharap kami melakukan rights issue maksimal 30% dari saham portepel Adhi Karya. Yang jelas, tahun ini Adhi Karya tidak memproses rights issue,” katanya kepada Bisnis, Kamis (5/9/2013).

Pada awal tahun ini, perseroan menargetkan rencana tersebut dapat direalisasikan tahun ini dengan perolehan dana sekitar Rp2 triliun.

Menurut rencana, dana hasil rights issue itu akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) rutin perseroan yang mencapai sekitar Rp700 miliar di tahun ini.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan proyek monorel koridor Kuningan-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur yang diprediksi menelan investasi Rp1,2 triliun.

Adhi Karya membentuk konsorsium dengan menggandeng sejumlah BUMN untuk menggarap proyek monorel Kuningan-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur.

Beberapa BUMN yang digandeng tersebut dalam proyek tersebut adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Len Industri (Persero), dan PT Industri Kereta Api (Persero).

Saat ini, Adhi Karya masih menunggu penerbitan peraturan presiden (Perpres) dalam rencana pembangunan proyek tersebut. Jika Perpres terbit, maka perseroan akan mengebut pengerjaan proyek monorel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya right issue
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top