Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Express Targetkan Laba Naik 17%

Bisnis.com, JAKARTA--PT Express Transindo Utama Tbk menargetkan laba bersih semester kedua 2013 bisa mencapai Rp70 miliar atau naik 17% dari raihan paruh pertama, ditopang penambahan 2.000 armada taksi baru secara bertahap.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 25 Agustus 2013  |  19:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Express Transindo Utama Tbk menargetkan laba bersih semester kedua 2013 bisa mencapai Rp70 miliar atau naik 17% dari raihan paruh pertama, ditopang penambahan 2.000 armada taksi baru secara bertahap.

Direktur Keuangan Express David Santoso menyampaikan pihaknya berharap laba bersih paruh kedua tahun ini bisa meningkat dari perolehan semester pertama yang tercatat Rp60,5 miliar. Dengan begitu, target setahun penuh dapat tercapai.

“Secara akumulasi kami tetap targetkan laba bersih tahun ini di level Rp130 miliar atau naik 68,6% dari tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis.com,  akhir pekan ini.

Menurut dia, raihan laba bersih akan ditunjang oleh pertumbuhan omzet yang sejalan yakni dari Rp520 miliar pada 2012 menjadi lebih dari Rp600 miliar sampai akhir tahun ini.

Penambahan 2.000 unit armada taksi reguler baru menjadi penopang utama pertumbuhan omzet dan laba bersih perseroan.

Sampai pertengahan tahun, lanjutnya, perseroan telah merealisasikan tambahan 1.000 armada baru, sisanya 1.000 armada lain akan beroperasi secara bertahap pada semester kedua.

Dengan adanya tambahan armada baru, taksi reguler yang dimiliki Express sampai akhir tahun akan berjumlah 10.035 unit.

“Belanja modal yang sudah terpakai Rp250 miliar sampai sekarang. Anggaran paruh kedua sama Rp250 miliar juga, jadi total 2013 Rp500 miliar,” sebutnya.

Sekretaris Perusahaan Express Merry Anggraini menambahkan guna mendukung penambahan armada, perseroan juga berekspansi menambah lima lokasi pusat penempatan taksi (pool) baru di wilayah Jadetabek.

Tiga lokasi sudah didapat yakni di Jakarta Timur, Bekasi, dan Depok, sedangkan dua lokasi sisanya masih dalam proses pencarian.

Dia menjelaskan setiap pembukaan pool biasanya membutuhkan belanja modal sekitar Rp10 miliar. Secara rinci, danna digunakan untuk membeli lahan, membayar sewa bangunan, dan perlengkapan lain.

“Biasanya luas tanah dalam setiap pool sekitar 1 hektar, dipatok untuk 500 mobil. Kebutuhan dana tergantung daerah dan luasnya, rata-rata Rp10 miliar,” katanya kepada Bisnis.com.  (rai)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

express
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top