Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reksa Dana Dolar AS Berisiko, Imbal Hasil Mengecewakan

Bisnis.com, JAKARTA--Akibat fluktuasi harga obligasi dan selisih kurs, pilihan investasi reksa dana dengan kelas aset berdenominasi dolar AS untuk jangka pendek dinilai terlalu berisiko.

Bisnis.com, JAKARTA--Akibat fluktuasi harga obligasi dan selisih kurs, pilihan investasi reksa dana dengan kelas aset berdenominasi dolar AS untuk jangka pendek dinilai terlalu berisiko.

Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan nilai tukar dolar AS yang menguat terhadap rupiah dalam beberapa bulan terakhir tidak mendasari perolehan keuntungan ekstra di instrumen reksa dana. Volatilitas pasar di ekuitas dan obligasi lebih dominan mempengaruhi pergerakan imbal hasil (return).

Dari 19 produk berbasis dolar AS, kinerja reksa dana untuk berbagai varian seperti saham, campuran, dan pendapatan tetap tergolong mengecewakan.

Manulife Greater Indonesia Fund besutan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, misalnya, mencatat return tertinggi secara year to date (ytd) 2013 sebesar 4,37%.

Manulife AMI membidik investor dengan profil risiko agresif yang menginginkan alternatif untuk simpanan dolar AS. Untuk itu, Manulife Greater Indonesia Fund menempatkan 80%--100% dana investor pada saham, 0%--20% pasar uang, dan maksimal 15% pada efek ekuitas di luar negeri.

Dalam kategorinya, reksa dana saham ini mendulang pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) tertinggi dengan raihan US$129 juta, melaju 25 kali lipat lebih dari tahun lalu senilai US$4,8 juta.

Sementara itu, performa reksa dana campuran dan pendapatan tetap berdenominasi dolar sepanjang tahun berjalan lebih mengenaskan lagi. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan PT Panin Asset Management yang mengandalkan Batavia USD Balanced Asia dan Panin Dana US Dollar terpuruk dengan koreksi return 4,60% dan 9,19%.

Adapun, reksa dana Danamas Dollar milik PT Sinarmas Asset Management tampak paling defensif untuk kategori pendapatan tetap dolar dengan perolehan imbal hasil 2,92%. Dengan mengukur fleksibilitas nilai tukar, reksa dana pendapatan tetap dolar memiliki risiko lebih rendah ketimbang saham atau campuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor :
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper