Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAMUS BURSA: Apa definisi global/universal banking?

BISNIS.COM, JAKARTA - Di industri perbankan dikenal konsep global/universal banking. Apa sebetulnya definisi dari istilah global banking itu?
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 10 Juni 2013  |  05:48 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Di industri perbankan dikenal konsep global/universal banking. Apa sebetulnya definisi dari istilah global banking itu?

Global banking merupakan konsep gabungan dari bank komersial (commercial banking) dan bank investasi (investment bank).

Bank komersial mengedepankan jasa layanan perbankan tradisional (giro, tabungan, deposito), sedangkan bank investasi lebih terfokus di transaksi pencarian modal untuk berinvestasi di efek pasar modal

Saat ini, perbankan dan pasar modal Indonesia masih memisahkan antara bank komersial dan bank investasi, seperti halnya di AS pada periode 1933-1999, ketika Glass-Steagall Act berlaku.

Di Indonesia, perbankan sudah masuk ke pasar modal tetapi belum utuh, karena hanya dapat melakukan transaksi surat utang negara (SUN) melalui mesin transaksi dan settlement di Bank Indonesia.

Transaksi SUN membuat bank harus melaporkan setiap transaksi tersebut ke Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi bukan sebagai anggota bursa (AB).

Saat ini baru sekuritas yang boleh menjadi AB, sekaligus menjadi pemegang saham BEI. 

Di sisi lain, untuk masuk ke pasar efek ekuitas (saham) di pasar modal, perbankan harus memasukkan perintah transaksi ke sekuritas, layaknya investor lain.

Glass-Steagall Act

Di AS, saat ini sistem perbankannya berbentuk global banking sejak 1999, ketika Glass-Steagall Act dicabut oleh Presiden Bill Clinton, berbarengan dengan pengesahan Gramm-Leach-Bliley Act. 

Glass-Steagall Act merupakan bagian dari Banking Act (Undang-undang Bank) yang memisahkan fungsi bank komersial dan bank investasi sejak 1933, selepas Great Depression yang mulai melanda pada 1929.

Pada saat itu, UU yang disponsori oleh Senator Carter Glass dan representatif bernama Henry B Steagall tersebut membatasi aktivitas pasar modal bank komersial dan memisahkan afiliasi antara bank komersial dan perusahaan efek.

Glass-Steagall Act juga menjadi landasan pembentukan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).

Pencabutan Glass-Steagall di satu sisi dituduh menjadi penyebab krisis keuangan AS dan global pada 2008.

Namun, di sisi lain, pencabutan Glass-Steagall Act justru dianggap membantu meredam krisis karena sistem global banking justru menyelamatkan beberapa perusahaan efek yang bangkrut karena bisa dibeli oleh bank komersial. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kamus bisnis kamus bursa universal banking
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top