Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANALISIS INVESTASI: Hati-hati dengan Saham Sektor Komoditas dan Energi

BISNIS.COM, JAKARTA—Penurunan harga energi dan komoditas non-emas, seperti logam dan minyak, membuat Anda perlu berhati-hati jika ingin mengoleksi saham-saham perusahaan di sektor tersebut.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 15 Mei 2013  |  09:09 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Penurunan harga energi dan komoditas non-emas, seperti logam dan minyak, membuat Anda perlu berhati-hati jika ingin mengoleksi saham-saham perusahaan di sektor tersebut.

Survei Bank of America menunjukkan para pengelola keuangan melihat komoditas berada pada posisi bearish seiring dengan perkiraan adanya perlambatan ekonomi China untuk pertama kalinya dalam 14 bulan.

Sebanyak 29% Fund Manager yang disurvei memberi kategori underweight pada kelas aset (asset class) pada Mei seiring dengan posisi mereka yang “ambruk” ke level terendah sejak Desember 2008.

Satu dari empat investor mempertimbangkan “pendaratan yang keras” di China sebagai resiko terbesar bagi investasi mereka. Bank of America melakukan survei kepada investor professional yang menguasai dana sekitar US$517 miliar.

“Telah ada peningkatan transaksi dalam kekhawatiran terhadap China. Pendaratan yang keras [hard landing] bukanlah scenario inti kami, tetapi investor sangat tepat untuk mulai berpikir bahwa mereka sebaiknya melakukan lindung nilai dari buntut resiko,” ungkap John Bilton, Investment Strategist di Bank of America’s Merrill Lynch, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks perusahaan-perusahaan produsen bahan baku pada indeks MSCI dunia jatuh 4,3% pada tahun ini, satu-satunya kelompok industri dalam acuan saham yang jatuh pada 2013. Di Eropa, Basic Resource Stoxx 600 Index jatuh 16%.

“Penentang sebaiknya mulai membeli emerging market dan memikirkan tentang energi global, perusahaan material, dan komoditas. Perbedaan pada pertumbuhan global berarti kita mulai mendapatkan posisi penyebaran yang cukup menarik,” tambahnya.

Selain itu, dari rekomendasi tiga analis yang diterima oleh Bisnis, juga tidak ada satupun yang merekomendasikan beli untuk saham-saham di sektor energi dan komoditas.

Analis PT Indo Premier Securities Muhammad Wafi merekomendasikan beli untuk saham-saham berikut: SSIA, LPKR, BBRI.

Kepala Riset PT eTrading Securities Betrand Raynaldi menilai saham-saham berikut mendapat rekomendasi beli: LPCK, LPKR, MAIN, MAPI, MSKY, UNVR.

INVEKepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang merekomendasikan beli untuk saham-saham berikut: MAPI, BBRI, SMGR, BSDE, ASRI, AKRA, TLKM, BMRI, INTP, WSKT, BBNI, GGRM, TOTL.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi komoditas analisis saham
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top