Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INTRACO PENTA Jajaki Produsen Alat Berat Lainnya

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) terus menjajaki kerja sama dengan beberapa produsen alat berat lainnya untuk membawa masuk merek-merek baru ke Indonesia, di luar Volvo dan Sinotruk.

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) terus menjajaki kerja sama dengan beberapa produsen alat berat lainnya untuk membawa masuk merek-merek baru ke Indonesia, di luar Volvo dan Sinotruk.

Direktur Intraco Penta Willy Rumondor mengatakan menggandeng produsen alat berat baru tidak semudah yang dibayangkan, meski INTA sudah bergerak di bidang ini selama 43 tahun.

“Sudah ada beberapa yang dijajaki, INTA tidak berhenti mencari merek-merek alat berat baru. Kami juga terus aktif mengikuti pameran-pameran alat berat. Tapi kan alat berat itu juga mesti lihat teknologinya dulu, dan cocok apa ngga dengan kondisi di Indonesia?,” ujarnya di sela-sela acara konferensi pers usai menggelar RUPS Tahunan, Rabu (8/5).

Seperti diketahui, distributor alat berat lain seperti PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), baru-baru ini telah menggandeng perusahaan asal Polandia, Dressta Co. Ltd untuk menambah produk-produk alat berat baru.

Kobexindo telah ditunjuk menjadi eksklusif distributor Dressta di Indonesia untuk penjualan buldozer beserta suku cadang pendukung dan layanan purna jual.

Sedangkan pesaing lainnya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) sudah sukses meluncurkan produk Komatsu Hydraulic Excavator PC200-8 New Generation, yang diklaim mampu menghemat bahan bakar hingga 16% dibandingkan dengan PC200-8 generasi sebelumnya.

Bahkan, United Tractors akan meluncurkan dua produk alat berat baru pada semester II/2013, yaitu Komatsu HM400 dan Komatsu PC550. Namun bagi Intraco Penta, penjajakan untuk membawa merek alat berat baru ke Indonesia, belum bisa dipastikan terjadi tahun ini.

Imam Liyanto, Head of Investor Relations dan Corporate Finance Intraco Penta menambahkan perseroan melakukan seleksi yang cukup ketat sebelum membuat sebuah keputusan kerja sama dengan perusahaan alat berat.

“Kami juga harus berhati-hati karena semuanya menyangkut performa INTA secara keseluruhan,” ujarnya.

Imam mengatakan saat ini perseroan sudah memegang lima merek alat berat, termasuk Volvo dan Sinotruk. Adapun per kuartal I/2013, perseroan sudah membelanjakan Rp70 miliar dari total capex tahun ini Rp190 miliar untuk menambah alat-alat berat baru yang disewakan (merek eksisting).

Pendapatan perseroan per kuartal I/2013 sebesar Rp780,5 miliar, turun 13,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp900,8 miliar. Total volume penjualan alat berat selama tiga bulan pertama tahun ini hanya 368 unit, turun 11,3% dari 415 unit. Dari penjualan tersebut, 76% masih dari penjualan alat berat merek Volvo dan 5% dari merek Sinotruk.

Dalam hasil RUPS kali ini, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp12,43 miliar. Laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja perseroan. Selain itu, dalam hasil RUPS juga tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper