HARGA TEMBAGA: Turun Akibat Spekulasi Ekonomi China

BISNIS.COM,SHANGHAI -- Harga tembaga turun untuk hari ketiga di London setelah spekulasi manufaktur China pada  April meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan dari konsumen terbesar tersebut. Harga aluminium, timbal, nikel dan seng juga turun.Nilai
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 23 April 2013  |  20:34 WIB

BISNIS.COM,SHANGHAI -- Harga tembaga turun untuk hari ketiga di London setelah spekulasi manufaktur China pada  April meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan dari konsumen terbesar tersebut. Harga aluminium, timbal, nikel dan seng juga turun.

Nilai tembaga untuk pengiriman 3 bulan di London Metal Exchange turun sebanyak 1,2% menjadi US$6.853 per metrik ton, sebelum diperdagangkan di US$6,877.25 pada 10.01 di Shanghai. Harga logam untuk pengiriman Juli di Comex di New York turun 0,9% menjadi US$3,1150 per pon.

Sebuah pembacaan awal Purchasing Managers’ Index  yang dirilis oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada di level di 50,5. Yang dibandingkan dengan 51,5 dalam survei Bloomberg, dengan pembacaan akhir di level 51,6 pada bulan Maret.

"Data ekonomi turun dari perkiraan, memukul pasar saham dan logam. Sekarang semua mata akan tertuju pada data resmi PMI yang akan dirilis pada tanggal 1 Mei ," kata Wang Na, analis di Guolian Futures Co

Analis Peter Richardson dan Joel Derek mengatakan Morgan Stanley menurunkan perkiraan harga tembaga, aluminium, nikel, seng, timah, sementara mengulangi preferensi untuk tembaga dan timah. Perkiraan harga tembaga 2013 turun 9% menjadi US$3,53 per pon (US$ 7.793 per ton), dan perkiraan 2014 berkurang 3% menjadi US$3,60.

Harga logam untuk pengiriman Agustus di Shanghai Futures Exchange naik 0,5% menjadi 49.260 (US$7.976) per ton. (Bloomberg)(Foto:research.pacific2000)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, china, harga, tembaga, hargatembaga

Sumber : Newswire/Giras Pasopati

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top