Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA WALL STREET: S&P 500 Lanjutkan Penguatan ke 1.593,37

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore atau Jum'at dini hari waktu Jakarta setelah data ritel naik di tengah penjualan Maret yang meningkat dan penurunan klaim pengangguran dibandingkan dengan perkiraan.

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore atau Jum'at dini hari waktu Jakarta setelah data ritel naik di tengah penjualan Maret yang meningkat dan penurunan klaim pengangguran dibandingkan dengan perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,4% ke level 1.593,37 pada pukul 4 sore di new York, berada di level tertinggi dalam dua hari berturut-turut.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,90 poin atau 0,4% ke level 14.865,14, record ketiga berturut-turut. Sebanyak 6,2 miliar saham ditransaksikan di Bursa AS, sejalan dengan rerata 3 bulan.

 

Saham-saham yang menguat adalah Ross Stores Inc yang naik 5,9% seiring penjualan Maret yang mengalahkan perkiraan. Saham Rite Aid Corp yang menyentuh level tertingi penutupan dalam hampir 3 tahun setelah jaringan toko obat melaporkan keuntungan pertama sejak 2007.

Di pihak lain, saham-saham sektor teknologi malah turun karena pengapalan komputer pribadi pada kuartal pertama merosot terbesar sejak 1994 dan Goldman Sachs Group Inc menurunkan saham Microsoft Corp. Saham Microsoft dan Hewlett Packard Co tercatat turun lebih dari 4,4%.

"Apa yang terjadi saat ini adalah menyimpulkan keyakinan positif," kata Cameron Hinds, Kepala Investasi Regional Wells Fargo private Bank seperti dikutip Bloomberg.

"Ini hampir seperti pasar yang akan naik karena siklus pemenuhan sendiri dan itu hampir seperti kita membutuhkan hal negatif baru untuk menjaga pasar dari penaikan. Dan saya tidak tahu apa itu," ujarnya.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 naik 1,2%, terbesar sejak Februari karena pertumbuhan impor China, Jepang menegaskan kembali rencana stimulus serta  investor berspekulasi keuntungan emiten akan mengalahkan perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Achmad Aris
Editor : Yusran Yunus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper