Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA WALL STREET: S&P 500 Lanjutkan Penguatan ke 1.593,37

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore atau Jum'at dini hari waktu Jakarta setelah data ritel naik di tengah penjualan Maret yang meningkat dan penurunan klaim pengangguran dibandingkan dengan perkiraan.
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 12 April 2013  |  06:34 WIB
BURSA WALL STREET: S&P 500 Lanjutkan Penguatan ke 1.593,37
Bagikan

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore atau Jum'at dini hari waktu Jakarta setelah data ritel naik di tengah penjualan Maret yang meningkat dan penurunan klaim pengangguran dibandingkan dengan perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,4% ke level 1.593,37 pada pukul 4 sore di new York, berada di level tertinggi dalam dua hari berturut-turut.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,90 poin atau 0,4% ke level 14.865,14, record ketiga berturut-turut. Sebanyak 6,2 miliar saham ditransaksikan di Bursa AS, sejalan dengan rerata 3 bulan.

 

Saham-saham yang menguat adalah Ross Stores Inc yang naik 5,9% seiring penjualan Maret yang mengalahkan perkiraan. Saham Rite Aid Corp yang menyentuh level tertingi penutupan dalam hampir 3 tahun setelah jaringan toko obat melaporkan keuntungan pertama sejak 2007.

Di pihak lain, saham-saham sektor teknologi malah turun karena pengapalan komputer pribadi pada kuartal pertama merosot terbesar sejak 1994 dan Goldman Sachs Group Inc menurunkan saham Microsoft Corp. Saham Microsoft dan Hewlett Packard Co tercatat turun lebih dari 4,4%.

"Apa yang terjadi saat ini adalah menyimpulkan keyakinan positif," kata Cameron Hinds, Kepala Investasi Regional Wells Fargo private Bank seperti dikutip Bloomberg.

"Ini hampir seperti pasar yang akan naik karena siklus pemenuhan sendiri dan itu hampir seperti kita membutuhkan hal negatif baru untuk menjaga pasar dari penaikan. Dan saya tidak tahu apa itu," ujarnya.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 naik 1,2%, terbesar sejak Februari karena pertumbuhan impor China, Jepang menegaskan kembali rencana stimulus serta  investor berspekulasi keuntungan emiten akan mengalahkan perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as bursa wall street s&p 500

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top