Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OBLIGASI FIF: Besaran Kupon Ditetapkan 6,75% dan 7,75%

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Federal International Finance (FIF) menetapkan kupon obligasi sebesar 6,75% dan 7,75% untuk obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2013 dengan nilai total Rp2,4 triliun.

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Federal International Finance (FIF) menetapkan kupon obligasi sebesar 6,75% dan 7,75% untuk obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2013 dengan nilai total Rp2,4 triliun.

Kupon senilai 6,75% ditetapkan untuk obligasi seri A bertenor satu tahun dengan nilai emisi sebesar Rp710 miliar, sementara kupon 7,75% ditetapkan untuk obligasi seri B bertenor tiga tahun dengan nilai emisi sebesar Rp1,690. Obligasi ini akan dicatatkan pada Jumat (5/4).

Obligasi ini merupakan bagian dari program penerbitan obligasi berkelanjutan (shelf registration/PUB) senilai Rp10 triliun yang sudah dimulai pada tahun lalu. Pada 2011, FIF telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I senilai Rp 4 triliun.

Direktur Pemasaran FIF Tjap Tet Fa mengatakan potensi pembeli obligasi ini akan diserap oleh tiga kelompok investor utama yakni dari kalangan industri dana pensiun, perbankan dan nasabah reksadana.

“Biasanya akan diserap oleh ketiga kelompok itu sebagai bagian dari portofolio investasi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/4).

Obligasi bertenor pendek biasanya diserap oleh kalangan perbankan dan nasabah reksadana, sementara industri dana pensiun cenderung memilih obligasi bertenor lebih panjang untuk menyesuaikan kebutuhan pendanaan dalam jangka panjang.

Tet Fa menjelaskan dana yang didapat dari emisi obligasi ini akan digunakan untuk membiayai penyaluran kredit motor baru yang pada tahun ini ditargetkan sebesar Rp18 triliun-Rp20 triliun, naik tipis dibandingkan penyaluran pembiayaan pada 2012. Selain dari obligasi, sumber pendanaan lainnya adalah pinjaman perbankan, sumber dana internal dan joint financing.

Tet Fa menilai tahun ini industri multifinance masih akan bergerak lamban akibat aturan uang muka minimal bagi pembiayaan kendaraan bermotor, aturan pendaftaran fidusia, serta potensi kenaikan tarif dasar listrik dan wacana pencabutan subsidi bahan bakar minyak.

“Selain itu, khusus untuk konsumen di luar Jawa, masih sangat terpukul oleh menurunnya harga komoditas sehingga menurunkan daya beli,” terangnya.

Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat utang perusahaan pembiayaan khusus motor Honda tersebut pada level AAA(idn) dengan prospek stabil. Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat AA+ (if)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper