Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIJAYA KARYA Cari Dana Segar Rp1 Triliun

BISNIS.COM, JAKARTA—Emiten konstruksi milik pemerintah, PT Wijaya Karya Tbk mencari dana segar Rp1 triliun sebagai bagian dari belanja modal untuk proyek-proyek investasi perseroan pada tahun ini.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 21 Februari 2013  |  22:18 WIB
WIJAYA KARYA Cari Dana Segar Rp1 Triliun
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Emiten konstruksi milik pemerintah, PT Wijaya Karya Tbk mencari dana segar Rp1 triliun sebagai bagian dari belanja modal untuk proyek-proyek investasi perseroan pada tahun ini.

“Tahun ini kami tengah mencari pinjaman perbankan untuk membiayai rencana investasi seperti pembangkit listrik dan pabrik baru, namun tidak menutup kemungkinan mencari sumber dana lainnya seperti obligasi,” tutur Natal Pardede, Sekretaris Korporat Wijaya Karya, Kamis (21/02).
 
Dia menjelaskan perseroan memiliki fasilitas pinjaman perbankan dengan total plafon mencapai Rp1 triliun pada tahun ini. Kendati demikian, pembiayaan investasi tersebut nantinya akan di luar dari fasilitas pinjaman perseroan tersebut.
 
 
“Rencananya fasilitas pinjaman bank yang dimiliki saat ini akan digunakan untuk modal kerja dari kontrak perseroan. Kami memperkirakan pinjaman tersebut akan digunakan sekitar Rp500 miliar,” katanya.
 
Pada tahun lalu, perseroan menggunakan dana pinjaman perbankan sekitar Rp1,2 triliun. Sekitar 75% pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja, dan sisanya untuk proyek-proyek investasi perseroan.
 
Adapun sebelumnya perseroan pernah menjajaki pinjaman kredit baik bank pemerintah, swasta hingga luar negeri seperti Deutsche Bank. (fsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya wika emiten konstruksi
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top