Pengawasan tunggal beroperasi penuh 2011

JAKARTA: PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) optimistis sistem pengawasan tunggal untuk transaksi perdagangan alternatif akan dapat beroperasi secara penuh mulai awal 2011.
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 23 Desember 2010  |  06:56 WIB

JAKARTA: PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) optimistis sistem pengawasan tunggal untuk transaksi perdagangan alternatif akan dapat beroperasi secara penuh mulai awal 2011.

Surdiyanto Suryodarmodjo, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia pengelola sisem perdagangan alternatif (SPA), mengatakan seluruh sistem perdagangan saat ini sudah terkoneksi secara on line dan real time dengan sistem pengawasan tunggal (SPT)-SPA yang ada di KBI.

Dia melanjutkan SPT-SPA yang berada di KBI dihubungkan secara on line dan real time ke ruang supervisory yang berada ada di KBI sendiri, di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Pengawasan tunggal sudah diujioperasikan sejak 1 Desember 2010 dan akan beroperasi secara penuh pada awal tahun nanti, katanya kepada Bisnis, hari ini.

Saat ini, lanjutnya, sistem perdagangan tersebut digunakan oleh 14 cluster pedagang penyelenggara SPA dan 54 pialang peserta SPA beserta cabang-cabangnya.

Fungsi utama yang sudah efektif adalah memonitor performance, sistem peringatan dini, dan business intelligence, ujarnya.

Adapun sejak akhir September 2010, sistem pengawasan tunggal beroperasi secara pararel dengan sistem yang ada saat ini.

Pada akhir September kami melakukan uji operasi per pedagang. Sekarang uji operasi diterapkan secara keseluruhan sistem, ujarnya.

Sebagai proyek perintis, SPT telah beroperasi pada Agustus 2010 di PT Prolindo Buana Semesta dengan Sistem Meta Trader, yaitu sistem yang paling banyak digunakan dalam transaksi SPA.

Pihaknya juga telah mencoba mengoperasikan SPT di PT Royal Assetindo dengan sistem Trade Pro sejak akhir Agustus sampai awal September 2010.

Sistem perdagangan alternatif merupakan transaksi berjangka yang terjadi di luar bursa (over the counter) untuk kontrak indeks saham asing dan valuta asing. Adapun PT KBI adalah pengelola sistem ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Future Exchange Made Sukarwo mengatakan pihaknya sedang memfinalisasi SPT untuk transaksi perdagangan alternatif bekerjasama dengan PT KBI.

Dengan adanya sistem pengawasan tunggal, diharapkan transaksi perdagangan alternatif menjadi lebih tertib dan teratur, tuturnya.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi telah memperpanjang batas waktu bagi perusahaan penyelenggara SPA yang belum terpasang dengan sistem pengawasan tunggal di PT KBI sampai dengan 31 Desember 2010.

Awalnya, Bappebti melalui Surat Keputusan No. 79/Bappeb-ti/Per/1/2010 menetapkan batas waktu mulai dioperasikannya sistem pengawasan tunggal untuk SPA maksimal pada 1 Oktober 2010.

(02)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top