Harga minyak terjungkal

DALLAS: Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam dua pekan setelah jumlah klaim pengangguran turun di luar perkiraan dan jumlah pembangunan unit perumahan baru naik bulan lalu, sehingga dolar menguat.
Yanto Rachmat Iskandar | 17 Desember 2010 00:00 WIB

DALLAS: Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam dua pekan setelah jumlah klaim pengangguran turun di luar perkiraan dan jumlah pembangunan unit perumahan baru naik bulan lalu, sehingga dolar menguat.

Harga minyak turun 1% saat mata uang AS mendaki dari titik terendah satu hari terhadap euro, mengurangi daya tarik komoditas sebagai investasi alternatif. Dolar sudah menguat 3,2% dalam empat pekan terakhir. Kisaran harga minyak tertinggi dan terendah terpaut kurang dari US$3 per barel bulan ini.

Data ekonomi yang membaik justru melemahkan minyak karena memberi kekuatan bagi dolar AS, kata Phil Flynn, analis dan pialang di konsultan investasi PFGBest. Data ekonomi yang membaik menunjukkan bahwa semakin sedikit stimulus yang dibutuhkan, artinya dolar menguat.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari turun 92 sen menjadi US$87,70 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga kontrak tersebut merupakan yang terendah sejak 1 Desember. Harga kontrak berjangka anjlok 3,4% dari titik tertinggi dua tahun dalam sehari, pada level US$90,76 yang dicapai pada 7 Desember.

Kita terus melihat pasar mencoba berkonsolidasi antara US$87 dan US$90, kata Gene McGillian, analis dan pialang di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Pengajuan pembayaran asuransi pengangguran turun 3.000 menjadi 420.000, level terendah dalam tiga pekan, menurut data Departemen Tenaga Kerja AS kemarin. Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News memperkirakan peningkatan klaim pengangguran tersebut menjadi 425.000, menurut median perkiraan.

Jumlah pembangunan rumah baru naik menjadi 555.000 per tahun, meningkat 3,9% dari 534,000 per tahun pada Oktober, menurut data yang dikeluarkan Departemen Perdagangan AS hari ini di Washngton. Ini merupakan peningkatan pertama dalam tiga bulan. (t04/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top