Harga gula bisa tembus US$800 per ton

JAKARTA: Asosiasi Pedagang Gula di Indonesia memperkirakan harga gula dunia dapat menembus US$800 per ton sampai dengan akhir tahun atau naik lebih dari US$50 per ton dari posisi per 10 Desember sebesar US$743 per ton.Natsir Mansyur, Ketua Umum Asosiasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:17 WIB

JAKARTA: Asosiasi Pedagang Gula di Indonesia memperkirakan harga gula dunia dapat menembus US$800 per ton sampai dengan akhir tahun atau naik lebih dari US$50 per ton dari posisi per 10 Desember sebesar US$743 per ton.Natsir Mansyur, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti), mengatakan harga gula dunia masih akan terus merangkak naik dan dapat mencapai US$800 per ton pada akhir tahun.Dia menilai pengurangan produksi gula yang terjadi di dunia mendorong kenaikan harga komoditas tersebut. Pengurangan produksi tersebut terutama disebabkan anomali cuaca yang terjadi di sejumlah negara penghasil gula antara lain Brasil, India, Thailand, termasuk Indonesia yang masuk posisi 10 besar dunia.Natsir mengemukakan realisasi target produksi gula dunia sebesar 55,5 juta ton pada tahun ini, ternyata menyusut sebesar 7 juta ton menjadi 48,5 juta ton."Pengurangan target produksi gula atau sortgage menyebabkan pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi. Akibatnya harga gula tidak akan turun melainkan naik sampai dengan akhir tahun," katanya kepada Bisnis, hari ini.Hari ini, katanya, gula diperdagangkan di level US$743 per ton. Jika dijabarkan lebih lanjut, harga CIF gula atau harga gula sudah termasuk biaya angkut, tranportasi, dan asuransi mencapai US$770 per ton."Jika dijabarkan kembali dengan memasukkan biaya susut, handling, dan sebagainya, maka harga gula impor sampai di tangan pengecer di Indonesia mencapai Rp10.092 per kg. Meski begitu, faktanya di lapangan justru lebih tinggi lagi [harga gula]," ujarnya.Natsir melanjutkan kondisi yang sama juga terjadi pada pasar komoditas gula di dalam negeri. Dia memperkirakan dalam beberapa waktu ke depan harga gula eceran di dalam negeri akan naik seiring berkurangnya pasokan dan tetap tingginya permintaan."Produksi gula Indonesia pada tahun ini tidak dapat memenuhi target sebanyak 2,7 juta ton. Menjelang akhir tahun, realisasinya ternyata hanya 2 juta ton. Artinya ada pengurangan pasokan," katanya.Saat ini, ujarnya, harga gula lokal di tingkat pengecer di dalam negeri mencapai sekitar Rp11.780 kg. Adapun harga dasar gula kristal putih (GKP) sebesar Rp9.350 per kg."Sebetulnya harga gula di tingkat pengecer tersebut kemahalan. Tapi jika melihat kondisi sekarang, harga tidak mungkin turun apalagi sampai dengan di bawah Rp11.000 per kg," ujarnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top