Ini Alasan Analis Yakin Kebijakan The Fed Tak Akan Berdampak Signifikan ke Pasar

Rencana bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan diprediksi tidak akan terlalu berpengaruh terhadap nilai transaksi di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tegar Arief | 21 Februari 2018 16:32 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan diprediksi tidak akan terlalu berpengaruh terhadap nilai transaksi di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Research Analyst Profindo Sekuritas Indonesia Yuliana menjelaskan, kebijakan The Fed memang cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham di Tanah Air. Namun, menurutnya kenaikan suku bunga yang diprediksi akan dilakukan pada Maret itu tidak akan berdampak besar.

"Dampak pasti ada, tapi tidak akan sebesar penurunan beberapa hari lalu. Untuk saat ini rata-rata nilai transaksi akan bergerak wajar, tidak akan meningkat atau turun terlalu tajam," kata dia saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, rata-rata nilai transaksi harian akan bergerak di kisaran Rp6 triliun sampai Rp7 triliun pasca-keputusan The Fed. Bahkan, jika kondisi pasar cukup mendukung penguatan indeks, nilai transaksi harian bisa bergerak lebih tinggi yakni di kisaran Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.

Pasalnya, sentimen negatif yang disebabkan oleh kebijakan Negeri Paman Sam itu diimbangi oleh tren positif yang berasal dari dalam negeri, yakni kondisi ekonomi yang baik dan politik yang cukup stabil.

"Dari luar sentimennyya hanya tinggal The Fed akan menaikkan lebih cepat dari perkiraan atau tidak. Tapi untungnya ekonomi [dalam negeri] masih bagus," ujarnya.

Tag : IHSG, Kebijakan The Fed
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top