Harga SUN Berpeluang Kembali Meningkat, Selasa (26/9/2017)

Harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder akan kembali mengalami kenaikan hari ini, Selasa (26/9/2017) melanjutkan kenaikan signifikan yang terjadi kemarin.
Emanuel B. Caesario | 26 September 2017 09:55 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder akan kembali mengalami kenaikan hari ini, Selasa (26/9/2017) melanjutkan kenaikan signifikan yang terjadi kemarin.

Menurut I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, pada perdagangan kemarin imbal hasil SUN ditutup turun didorong pelaku pasar yang melakukan aksi beli di tengah kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan perdagangan kemarin melejit 0,59% atau 1,406 poin dibandingkan posisi Jumat pekan lalu, menjadi 238,419.

Level ini sekaligus menjadi rekor tertinggi baru ICBI mengalahkan rekor sebelumnya pada 11 September 2017. Adapun, selama dua pekan lalu, indeks turun merespons penurunan imbal hasil yang sudah terlampau rendah serta jenuh beli di pasar sekunder.

Penurunan BI-7 Days RR Rate masih menjadi katalis positif yang mendorong aksi beli SUN di tengah penurunan imbal hasil surat utang global.

"Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 15 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 1 - 15 bps dengan kenaikan harga hingga sebesar 50 bps," kata Made dalam riset harian, Selasa (26/9/2017).

Adapun, tulisnya, secara teknikal harga SUN dalam jangka pendek masih terlihat mengalami tren kenaikan.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN masih akan mengalami kenaikan didorong aksi beli, serta kami perkirakan lelang SBSN akan mendapatkan hasil yang positif," katanya.

Hari ini, pemerintah akan kembali menggelar lelang sukuk negara dengan target Rp5 triliun. Lelang sukuk negara dua pekan lalu mengantongi rekor penawaran sepanjang tahun ini, yakni Rp27,58 triliun. Hari ini, Made memperkirakan penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp20 triliun hingga Rp25 triliun.

Pada perdagangan hari ini, Made merekomendasikan sejumlah seri untuk ditransaksikan. Seri-seri tersebut yakni FR0069, FR0053, FR0070, FR0071, FR0073, FR0065, FR0068, dan FR0075.

Kemarin, SUN diperdagangkan dengan volume yang cukup tinggi, yakni senilai Rp16,76 triliun dari 40 seri, nilai seri acuan sebesar Rp9,20 triliun. Demikian pula dengan volume obligasi korporasi, kemarin mencapai Rp1,58 triliun dari 45 seri.

Tag : Obligasi, surat utang negara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top