DOLAR AS: Usai Cetak Rebound, Indeks Kembali Terkoreksi Pagi Ini

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,07% atau 0,071 poin ke 97,808 pada pukul 07.31 WIB.
Renat Sofie Andriani | 19 Mei 2017 08:16 WIB
Dollar AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau kembali terkoreksi pada perdagangan pagi ini (Jumat, 19/5/2017), setelah berhasil membalikkan pelemahan sekaligus mencetak rebound pada sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,07% atau 0,071 poin ke 97,808 pada pukul 07.31 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka melemah 0,09% atau 0,088 poin di level 97,791, setelah pada perdagangan Kamis ditutup menguat 0,31% di posisi 97,879.

Dilansir Reuters, rebound dolar AS pada perdagangan Kamis didorong oleh laporan data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mengembalikan fokus pasar pada antisipasi penaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve.

Jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam 28 tahun, sementara indeks bisnis Federal Reserve Philadelphia menunjukkan angka yang lebih baik dari perkiraan para ekonom.

“Perekonomian A.S. memberikan penawar terhadap arus berita negatif yang muncul dari Washington. Data klaim pengangguran dan indeks Fed Philadelphia mengembalikan ekspektasi untuk pertumbuhan yang lebih cepat (pada kuartal kedua) dan penaikan suku bunga Fed bulan depan,” ujar Joe Manimbo, analis pasar senior Western Union Business Solutions di Washington.

Ekspektasi penaikan suku bunga oleh the Fed telah mengecil sebelumnya akibat data yang kurang memuaskan mengenai inflasi dan pertumbuhan AS dalam beberapa pekan terakhir.

Kabar tentang pemecatan Direktur FBI James Comey oleh Presiden Donald Trump serta dugaan keterlibatan antara anggota pemerintahannya dengan Rusia turut membebani gerak dolar AS.

“Kita melihat tanda-tanda kekuatan baru di pasar kerja yang menjadi pertanda baik bagi laporan payroll berikutnya dan itu akan menjadi tampilan penting dari data ekonomi terkini sebelum kita mendengar putusan The Fed,” tambahnya.

Seiring koreksi dolar AS, nilai tukar yen pagi ini terpantau menguat 0,09% atau 0,10 poin ke 111,39 per dolar AS pada pukul 07.41 WIB, sedangkan nilai tukar euro terhadap dolar AS naik 0,05% ke US$1,1109.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

19/5/2017

(Pk. 07.31 WIB)

97,808

(-0,07%)

18/5/2017

97,879

(+0,31%)

17/5/2017

97,575

(-0,54%)

16/5/2017

98,105

(-0,81%)

15/5/2017

98,911

(-0,34%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

Tag : dolar as, Donald Trump
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top