Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INDEKS BEI 5 FEBRUARI: Data PDB Dorong IHSG Nyaris Tembus 4.800 & Pimpin Bursa Global

IHSG nyaris menembus level 4.800, ditutup menguat 2,85% atau 133,13 poin di level tertinggi yaitu 4.798,95.
Karyawan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Selasa (12/1/2016). /Bisnis.com
Karyawan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Selasa (12/1/2016). /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Data pertumbuhan ekonomi memicu IHSG menguat semakin tajam memimpin pergerakan indeks bursa global pada awal 2016.

IHSG nyaris menembus level 4.800, ditutup menguat 2,85% atau 133,13 poin di level tertinggi yaitu 4.798,95. 

Indeks dibuka naik 0,19% kemudian konsisten menguat tajam setelah BPS merilis data pertumbuhan ekonomi. Penguatan hari ini membuat IHSG naik 3,98% dalam sepekan dan telah menguat 4,48% dalam 6 minggu pertama 2016.

“Optimisme investor, terutama di pasar saham, terangkat karena data pertumbuhan membaik,” kata Rangga Cipta, ekonom dari Samuel Sekuritas.

Badan Pusat Statistik pagi tadi mengumumkan produk domestik bruto Indonesia tumbuh 4,79% pada 2015, melambat dibandingkan pertumbuhan 5,02% pada 2014.

Namun, data BPS menunjukkan akselerasi pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada tiga bulan terakhir tahun lalu. Laju pertumbuhan PDB meningkat dari 4,74% pada kuartal III/2015 menjadi 5,04% pada kuartal IV/2015, signifikan lebih tinggi dibandingkan median estimasi ekonomi sebesar 4,8%.

Pendorong utama percepatan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun lalu adalah lonjakan belanja pemerintah. Pengeluaran belanja pemerintah melonjak 41,3% pada kuartal IV/2015 dibandingkan tiga bulan sebelumnya dan memberikan tambahan 0,46% pada laju pertumbuhan ekonomi triwulan terakhir.

Saham-saham big cap memimpin penguatan 170 saham di Bursa Efek Indonesia. Adapun 114 saham melemah dan 241 saham stagnan dari 525 saham yang diperdagangankan di Jakarta.

Sektor perbankan menjadi pendorong utama penguatan seluruh indeks sektoral dengan kenaikan 4,48%, diikuti oleh indeks sektor aneka industri yang naik 4,37%.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pendorong utama IHSG dengan kenaikan 7,68% atau 20,19 poin, diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 7,81% atau 16,37 poin.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi menambah sentimen positif di bursa saham Jakarta yang sudah terangkat oleh harapan pemangkasan BI Rate dan spekulasi penundaan penaikan Fed Fund Rate.

“Dolar AS melemah terhadap mata uang lain termasuk rupiah. Pelemahan ini akibat potensi kenaikan suku bunga AS semakin lemah akibat kondisi pasar finansial yang ketat,” kata Tim Riset NH Korindo Securities.

Beragam sentimen positif tersebut membuat IHSG melesat meninggalkan indeks utama lain di bursa global pada 6 pekan pertama 2016. 

Kenaikan tajam IHSG sepanjang tahun ini terjadi ketika mayoritas indeks bursa global justru tertekan. Dow Jones sampai dini hari tadi telah merosot 5,79%, Nikkei tergelincir 11,63%, sedangkan indeks Shanghai jatuh 21,92%.

Indeks Bisnis27 ditutup melonjak 4,49% atau naik 18,07 poin ke level 420,67, sedangkan rupiah menguat 16 poin ke Rp13.624 per dolar AS di pasar spot.

 

Saham-saham pendorong utama IHSG:

 

BBRI

+7,68%

BMRI

+7,81%

ASII

+5,14%

TLKM

+2,84%

 

 

Saham-saham penekan utama IHSG:

 

CPIN

-3,24%

AMRT

-3,23%

EXCL

-1,34%

MYOR

-1,82%

 

Sumber: Bloomberg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Setyardi Widodo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper