Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Danantara Masuk, Setoran Dividen Himbara BBRI, BMRI Cs ke Negara Melonjak

Himpunan bank milik negara (Himbara) mengerek rasio dividen untuk tahun buku 2024.
Logo Bank BUMN (BBRI, BBNI, BBTN, BMRI). Dok Istimewa
Logo Bank BUMN (BBRI, BBNI, BBTN, BMRI). Dok Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Setoran dividen dari bank pelat merah atau himpunan bank milik negara (Himbara) pada era dimulainya superholding BUMN, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melonjak.

Sejumlah emiten bank pelat merah memang telah menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sebelum libur Lebaran. Dalam RUPST, sejumlah emiten memutuskan untuk memberikan dividen kepada pemegang sahamnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memutuskan akan membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024 senilai Rp51,74 triliun atau Rp343,40 per saham. Rasio dividen BBRI untuk tahun buku 2024 itu mencapai 85,32%.

Nilai dan rasio tebaran dividen BBRI itu melonjak dari tahun sebelumnya. Untuk tahun buku 2023, BBRI membagikan dividen tunai sebesar Rp48,1 triliun atau Rp319 per saham. Rasio dividen BBRI untuk tahun buku 2023 mencapai 80%.

Setoran BBRI ke negara pun melonjak. Negara sebagai pemegang saham utama BBRI memiliki saham sebesar 53,19%. Pada tahun buku 2023, setoran dividen BBRI ke negara mencapai Rp25,71 triliun.

Jumlah setoran ke negara akan meningkat pada tahun buku 2024 atau di era Danantara, yakni mencapai Rp27,52 triliun.

Begitu juga dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang memutuskan membagikan dividen senilai Rp43,5 triliun atau Rp466,18 per saham dalam RUPST. Nilai tebaran dividen itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp353,95 per lembar.

"Keputusan ini menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam keterangan resminya pada beberapa waktu lalu. 

Rasio tebaran dividen BMRI pada tahun buku 2024 pun meningkat menjadi 78% dari laba bersihnya, dibandingkan rasio dividen 60% pada tahun buku 2023.

Setoran dividen BMRI ke negara pun menebal. Pada tahun buku 2023, negara sebagai pemegang saham pengendali Bank Mandiri dengan porsi 52% mendapatkan dividen sebesar Rp17,17 triliun. Kemudian pada tahun buku 2024 atau di era Danantara, negara mendapatkan setoran dividen dari BMRI sebesar Rp22,62 triliun.

Lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memutuskan untuk menebar dividen senilai Rp13,95 triliun atau Rp374,05 per saham untuk tahun buku 2024. Nilainya naik dari tebaran dividen BBNI pada tahun buku 2023 sebesar Rp10,45 triliun atau Rp280,49 per saham. 

Rasio tebaran dividen BBNI pun menjadi 65% terhadap laba bersihnya pada 2024, dibandingkan tahun sebelumnya, di mana rasio tebaran dividen mencapai 50% dari total laba bersih 2023.

Setoran ke negara pun menebal dari BBNI, di mana pada tahun buku 2023, negara mendapatkan dividen Rp6,27 triliun atas kepemilikan saham 60% di BBNI. Kini, akan menebar dividen ke negara sebesar Rp8,37 triliun.

Selain itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) telah memutuskan untuk menebar dividen sebanyak Rp751,83 miliar kepada pemegang saham atau Rp53,57 per lembar. Nilai tebaran dividen itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp700,19 miliar atau Rp49,89 per lembar.

Rasio tebaran dividen BBTN pun meningkat dari 20% laba tahun buku 2023, menjadi 25% pada tahun buku 2024.

Alhasil, negara yang memiliki kepemilikan saham 60% di BBTN pun mendapatkan setoran dividen yang kian tebal. Pada tahun buku 2023, BBTN menebar dividen Rp420,11 miliar kepada negara. Kini, BBTN menebar dividen Rp451,09 miliar ke negara di era Danantara.

Apabila diakumulasikan, maka total tebaran dividen Himbara yang disalurkan ke negara mencapai Rp58,96 triliun pada tahun buku 2024. Nilai tebaran dividen Himbara ke negara itu naik 18,94% secara tahunan (year on year/yoy) atau dibandingkan tebaran dividen Himbara ke negara sebesar Rp49,57 triliun pada tahun buku 2023.

Peningkatan tebaran dividen Himbara ke negara itu meningkat di era Danantara. Sebagaimana diketahui, Danantara secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada 24 Februari 2025. Hal ini ditandai dengan penandatanganan UU No. 1/2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 19/2003 mengenai BUMN.

Danantara akan menjadi sovereign wealth fund yang secara resmi didirikan dan dibentuk untuk melakukan konsolidasi pengelolaan BUMN, serta mengoptimalisasi pengelolaan dividen dan investasi, termasuk dari Himbara.

Adapun, BPI Danantara akan melakukan pengelolaan BUMN, baik secara operasional maupun mengoptimalkan pengelolaan dividen dalam membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% yang telah dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper