Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Emas Meluncur, Merdeka Copper (MDKA) Prediksi Permintaan Emas Meningkat

Emiten tambang Grup Saratoga PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menilai bullion bank mampu mendongkrak permintaan emas seiring hadirnya Bullion Bank.
Aktivitas tambang di Tambang Emas Tujuh Bukit milik MDKA/ Thomas Mola
Aktivitas tambang di Tambang Emas Tujuh Bukit milik MDKA/ Thomas Mola

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang Grup Saratoga PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menilai bullion bank bakal mampu mendongkrak permintaan emas. Adapun, Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan bank emas atau bullion bank pada hari ini, Selasa (26/2/2025). 

GM Corporate Communication MDKA Tom Malik mengatakan pemerintah membentuk bullion bank dengan tujuan mengelola transaksi emas yang menjadi pilihan investasi bagi masyarakat Indonesia. 

Pembentukan bulion bank nantinya akan memberi keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakat. Di antaranya penghematan devisa, industri bisa mendapat sumber pembiayaan proyek, bank bisa mendiversifikasi produk, dan masyarakat mendapatkan return simpanan.

"Bank emas kemudian diharapkan menstimulasi nasabah untuk menyimapan emas bullion," katanya kepada Bisnis pada Rabu (26/2/2025).

Adapun, bank emas mirip dengan bank konvensional, namun yang disimpan adalah emas bullion dan targetnya adalah nasabah ritel maupun korporasi. Tom menilai bank emas bisa meningkatkan permintaan emas dalam negeri sebagai investasi dan tabungan.

"Secara umum, peningkatan demand akan mendorong peningkatan supply, namun tambang emas seperti yang dimiliki MDKA tidak bisa serta merta meningkatan produksi karena tergantung dari sumber daya, kapasitas terpasang, perizinan, dan lainnya," tutur Tom.

MDKA merupakan perusahaan tambang yang menambang dan menghasilkan emas. Sejak beroperasi pada 2017, tambang emas MDKA di Banyuwangi, yang dioperasikan PT Bumi Suksesindo, menambang dan memproses emas yang hasilnya kemudian diekspor.

Emiten tambang Grup Saratoga ini tercatat merealisasikan volume produksi emas sebanyak 138.666 ons pada 2023. Capaian itu lebih tinggi 16% dibanding produksi emas pada 2024 sebanyak 115.867 ons. 

Pada saat yang sama, volume penjualan emas MDKA mencapai 129.867 ons pada 2023 dan 108.471 ons pada 2024. Adapun, rata-rata harga jual emas MDKA tercatat naik dari US$1.939 per ons menjadi US$2.371 per ons pada 2024. 

Sementara itu, bullion bank yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada hari ini merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar emas Indonesia dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah. 

"Kita akan bentuk bank emas. Selama ini, kita tidak punya bank untuk emas kita, tidak ada di Indonesia. Emas kita banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri," kata Prabowo dalam keterangan pers terkait kewajiban menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) pekan lalu (17/2/2025). 

Bank emas dibentuk dengan payung hukum Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang disahkan pada 12 Januari 2023. Aturan ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Dwi Nicken Tari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper