Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Astra Otoparts (AUTO) Kasih Bisikan Dividen, Tren Rasio 40%

Astra Otoparts (AUTO) berjanji akan menebar dividen tahun ini, berkaca pada tren rasio 40%.
(kiri-kanan) Direktur Astra Otoparts Lay Agus, Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Komisaris Astra Otoparts Gidion Hasan, Direktur Astra Otoparts Ronny Kusgianta, Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya, Direktur Astra Otoparts Heru Harsana, dan Direktur Astra Otoparts Kusharijono setelah RUPST 11 April 2023/Dok.AUTO.
(kiri-kanan) Direktur Astra Otoparts Lay Agus, Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Komisaris Astra Otoparts Gidion Hasan, Direktur Astra Otoparts Ronny Kusgianta, Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya, Direktur Astra Otoparts Heru Harsana, dan Direktur Astra Otoparts Kusharijono setelah RUPST 11 April 2023/Dok.AUTO.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten komponen otomotif Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mengungkapkan proyeksi dividen yang akan dibagikan kepada pemegang sahamnya, seiring dengan dengan capaian laba bersih Rp1,84 triliun sepanjang 2023.

Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya mengatakan, proyeksi pembagian dividen AUTO untuk laba tahun buku 2023 akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencananya digelar pada akhir April 2024.

Dia menjelaskan, jika berkaca kepada tren secara historis, rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan AUTO sebesar 40% dari laba bersih.

"Pembagian dividen AUTO akan diputuskan dalam RUPS yang rencananya diadakan pada akhir April 2024, namun secara historical payout ratio kami di angka 40%," ujar Wanny kepada Bisnis, dikutip Rabu (28/2/2024).

Kendati demikian, Wanny belum menjelaskan berapa usulan dividen per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham AUTO.

Sebagai pengingat, pada tahun buku 2022 lalu, AUTO membagikan dividen tunai sebesar Rp530,17 miliar atau 40% dari laba bersih 2022 sebesar Rp1,32 triliun. Dividen tunai AUTO pada tahun buku 2022 tersebut setara Rp110 per saham.

Sebelumnya, pada tahun buku 2021 AUTO juga menebar dividen tunai senilai Rp245,8 miliar, dengan rasio 40,2% dari laba bersih 2021 sebesar Rp611,34 miliar. Dengan begitu total dividen tunai sebesar Rp51 per lembar saham.

Menilik kinerja terakhir, AUTO membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tembus Rp1,84 triliun hingga 31 Desember 2023, atau naik 38,88% secara year-on-year (YoY) dibandingkan laba bersih 2022 sebesar Rp1,32 triliun. 

Meroketnya laba bersih AUTO didorong meningkatnya pendapatan 0,37% YoY menjadi Rp18,64 triliun, dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp18,57 triliun.  

Secara terperinci berdasarkan segmen, pendapatan AUTO ditopang dari segmen manufaktur komponen otomotif sebesar Rp10,54 triliun, diikuti segmen perdagangan atau trading yang berkontribusi Rp8,10 triliun. Pendapatan itu sudah dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp1,41 triliun.

"Untuk tahun 2024, kami akan terus melakukan operational excellence, digitalisasi dan automation, serta diversifikasi bisnis baik di industri otomotif maupun non-otomotif, termasuk tentunya elektrifikasi," pungkas Wanny.

Prediksi Dividen AUTO

Investment Analyst Stockbit Michael Owen Kohana mengatakan kinerja AUTO positif karena melampaui ekspektasi konsensus. Alhasil, AUTO diproyeksi akan menebar dividen dengan asumsi dividend payout ratio sebesar 40% atau sama seperti tahun buku 2022.

"Kami memperkirakan bahwa AUTO akan membagikan dividen final sebesar Rp112,9 per saham, yang mengindikasikan yield 4,9% berdasarkan harga sahamnya per Kamis [22/2] di level Rp2.320 per lembar," kata Michael dalam riset.

Sebelumnya, pada Oktober 2023 AUTO juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp192,78 miliar atau Rp40 per saham. Sehingga total dividen AUTO untuk tahun buku 2023 berpotensi mencapai Rp736,8 miliar atau Rp152,9 per saham. 

Menurut Michael, performa ini berpotensi menjadi sentimen positif terhadap pergerakan saham AUTO yang mengalami koreksi sejak awal Oktober 2023 sebesar 26,8%. 

Dia mengatakan, laba bersih AUTO tumbuh 38,9% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1,84 triliun pada 2023, melampaui ekspektasi konsensus 110,1%. Hasil itu didorong oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 2% YoY ke level Rp15,6 triliun. 

"Kendati pendapatan relatif stagnan di level Rp18,64 triliun, sehingga margin laba kotor naik ke level 16,5% atau tertinggi sejak 2011," pungkasnya.

Pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/2/2024) saham AUTO menguat 1,31% ke Rp2.320 per saham. Sedangkan secara year-to-date (ytd) saham AUTO terkoreksi 1,69%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper