Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BNI AM Bidik Dana Kelolaan Rp34 Triliun 2024, Cek Strateginya

PT BNI Asset Management (BNI) AM membidik perolehan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) tembus Rp34 triliun hingga akhir tahun 2024.
Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Manajer investasi, PT BNI Asset Management (BNI) AM membidik perolehan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) tembus Rp34 triliun hingga akhir tahun 2024.

Plt Direktur Utama BNI-AM Donny Susatio Adjie mengatakan tren pasar modal di Indonesia saat ini masih ada ruang bagi perusahaan untuk mencapai target dana kelolaan tersebut.

“Kurang lebih sampai akhir tahun target AUM kami di sekitar Rp34 triliun, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan [RKAT] kami,” ujar Donny di Jakarta, pada Selasa (27/2/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, BNI AM merancang berbagai strategi agar bisa mencapai target AUM tersebut, salah satunya yaitu dengan fokus terhadap reksa dana indeks.

Pada momentum yang sama, BNI AM menggandeng Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi meluncurkan Reksa Dana Indeks BNI AM IDX - PEFINDO Prime Bank.

Peluncuran itu sekaligus melengkapi indeks reksa dana hasil kerja sama dengan Pefindo sebelumnya, yaitu Reksa Dana BNI-AM Pefindo I-Grade yang telah diluncurkan pada Oktober 2023. Alhasil, totalnya BNI AM memiliki 8 reksa dana indeks.

“Strateginya tetap sama, andalan kami yaitu di reksa dana indeks. Sebab memang dengan volatilnya pasar saham ini, banyak investor-investor yang suka dengan indeks, karena lebih terukur,” jelasnya.

Menurut Donny, reksa dana indeks sejalan dengan perkembangan tren investasi pasif selama beberapa tahun terakhir, termasuk Exchange-Traded Fund (ETF). Dia mengatakan, dalam waktu dekat BNI AM masih akan berfokus ke reksa dana indeks, dan belum berencana merilis produk reksa dana saham. 

“Tren investasi pasif selama 5 tahun terakhir, investor itu sekarang lebih berhati-hati di saham, walaupun masih menarik. Jadi, makanya alternatifnya ke indexing,” kata Donny.

Mengacu laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total dana kelolaan BNI AM pada Januari 2024 tembus Rp29,17 triliun dengan unit penyertaan sebanyak 27,52 miliar.

Capaian itu naik tipis 0,74% secara year-on-year (YoY) dibandingkan Januari 2023 sebesar Rp28,95 triliun. Alhasil, BNI AM optimistis dapat mencapai AUM Rp34 triliun di akhir tahun 2024.

“Jadi, saya sangat optimistis bahwa meskipun challenging gitu, masih ada lah ruang buat mencapai ke Rp34 triliun sekian sampai akhir 2024. Kenaikan ini sekitar 11,5%,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper