Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Naik 300%, Bursa Kembali Gembok Saham Hotel Sahid (SHID)

Bursa kembali melakukan suspensi terhadap perdagangan saham emiten hotel PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID).
Hotel Sahid Jaya Solo menyambut periode new normal dengan menawarkan paket staycation dan promo paket meeting serta event dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. (Foto: Istimewa)
Hotel Sahid Jaya Solo menyambut periode new normal dengan menawarkan paket staycation dan promo paket meeting serta event dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi terhadap perdagangan saham emiten hotel PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID) pada Selasa (23/1/2024).

BEI menyampaikan sehubungan dengan terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID). Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham SHID di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

"Penghentian sementara berlaku mulai sesi I perdagangan tanggal 23 Januari 2024 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut," papar pengumuman tertulis BEI.

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Saham SHID kemarin berada di level Rp2.700 dengan kapitalisasi pasar Rp3,02 triliun. Sepekan terakhir saham SHID melonjak 101,49%. Bahkan, sepanjang perdagangan 2024 saham SHID melompat 315,38%.

Sebelumnya, BEI juga melakukan suspensi atas perdagangan saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada Jumat (12/1/2024). Suspensi saham SHID kemudian dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 15 Januari 2024.

BEI melalui pengumuman tertulis menyampaikan sehubungan dengan terjadinya kenaikan harga kumulatif yang signifikan pada saham SHID, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan saham SHID.

Tujuan suspensi saham SHID untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SHID.

Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Berdasarkan laman resmi Sahid Hotels and Resorts, Grup Sahid mengelola 27 properti di 21 kota di Indonesia dengan 3.843 kamar. Grup Sahid juga telah berekspansi ke pasar global dengan mendirikan hotel di Bukhara, Uzbekistan. Seiring pemulihan pascapandemi Covid-19, rasio okupansi hotel dan resort perseroan pun berangsur meningkat.

Tak hanya hotel, Grup Sahid juga memperluas portofolio dengan merambah bisnis food and beverage (F&B) seperti Le Manah Cafe Bogor, Bengawan Solo Restaurant Jakarta, dan masih banyak lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper