Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RS Hermina Siapkan Capex Rp1,5 Triliun 2024, Bangun Rumah Sakit di IKN

Hermina Hospital menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp1,5 triliun tahun depan untuk membangun rumah sakit di IKN.
Alifian Asmaaysi,Rizqi Rajendra
Selasa, 26 Desember 2023 | 12:15
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) atau Hermina Hospital menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp1,5 triliun tahun depan salah satunya untuk membangun rumah sakit di IKN.

Direktur Keuangan HEAL Aristo Setiawidjaja mengatakan, untuk mendukung ekspansi rumah sakit itu, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp1,5 triliun tahun depan.

"Mengenai capital expenditure, akan digelontorkan sebesar Rp1,2 triliun sampai Rp1,5 triliun pada 2024," ujar Aristo dalam paparan publik HEAL dikutip Selasa (26/12/2023).

Sementara itu, hingga 9 bulan pertama 2023, HEAL telah menyerap capex sebesar Rp1,13 triliun, atau sekitar 90% dari total capex yang dianggarkan sebesar Rp1,2 triliun-Rp1,3 triliun pada 2023.

"Untuk melakukan pendirian RS, baru jumlah capex untuk fase pertama RS kelas C dengan 100 tempat tidur sebesar Rp135 miliar, umumnya Rp90 miliar dalam bentuk ekuitas dan Rp45 miliar dalam bentuk construction loan," kata Aristo.

Direktur Operasional HEAL Yulisar Khiat menambahkan, lokasi keempat rumah sakit yang akan dibangun tahun depan masing-masing berada di PIK 2 Jakarta, Madiun, Pasuruan, dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Adapun, RS Hermina Madiun dan RS Hermina Pasuruan ditargetkan akan beroperasi pada semester I/2024. Sedangkan untuk RS Hermina Nusantara di IKN ditargetkan beroperasi pada Juli 2024 untuk mendukung acara HUT Kemerdekaan RI ke-79.

"Untuk RS Hermina yang di PIK 2, Jakarta kami targetkan sekitar kuartal IV/2024 ya, mengikuti jadwal dari pembukaan entrance tol PIK 2 yang di sekitar lokasi rumah sakit kami," ujar Yulisar.

Sejauh ini, Hermina telah memiliki 47 rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 6.578. Alhasil, dengan rencana penambahan 4 unit rumah sakit baru, maka total RS Hermina akan sebanyak 51 unit tahun depan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Rumah Sakit Hermina Nusantara yang dibangun PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (1/11/2023).

Dalam penjelasannya, Jokowi mengungkapkan bahwa nilai investasi dari pembangunan rumah sakit ke-3 di IKN tersebut nilainya mencapai Rp650 miliar.

"Tadi dokter Hasmoro [Presiden Direktur Hermina] sudah menyatakan, investasinya mencapai Rp650 miliar. Investasi yang sangat besar dan kita berharap rumah sakit ini cepat selesai," kata Jokowi dalam agenda groundbreaking RS Hermina Nusantara di IKN dikutip dari Youtube Setpres, Rabu (1/11/2023).

Jokowi menyebut, dengan adanya RS Hermina Nusantara, masyarakat di IKN dan daerah sekitarnya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang unggul mulai dari pelayanan gawat darurat hingga pelayanan trauma center.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi komitmen Hermina Nusantara yang tidak hanya siap melayani pasien VVIP saja, melainkan juga menerima pasien BPJS.

"Rumah sakit ini tidak hanya melayani pasien VVIP tetapi juga pasien BPJS dan non-BPJS ini sangat bagus sekali. Groundbreaking rumah sakit ini akan semakin menguatkan kepercayaan masyarakat dan investor agar tidak ragu-ragu lagi untuk tinggal di IKN," tambah Jokowi.

Nantinya, Hermina Nusantara akan menjadi rumah sakit bertaraf internasional yang mengusung konsep eco green dan smart hospital. 

Dalam menunjang operasionalnya, Hermina Nusantara juga nantinya akan memanfaatkan sejumlah energi terbarukan yang didukung oleh digitalisasi smart hospital.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, peletakan batu pertama RS Hermina Nusantara secara resmi saya nyatakan dimulai," pungkas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper