Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Nikel Harita Nickel (NCKL) Digeber, Kinerja Fundamental Tersengat

Emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) membukukan kinerja keuangan ciamik yang ditopang oleh peningkatan produksi nikel.
Suasana tambang nikel Trimegah Bangun Persada (NCKL) milik Harita Group./Istimewa
Suasana tambang nikel Trimegah Bangun Persada (NCKL) milik Harita Group./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) membukukan kinerja keuangan ciamik yang ditopang oleh peningkatan produksi nikel. 

Manajemen NCKL mengatakan kontribusi pendapatan dan laba bersih yang meningkat di tengah harga nikel yang melemah ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi di smelter High Pressure Acid leach (HPAL) dan smelter Rotary kiln Electric Furnace (RKEF). 

“Tambahan satu jalur produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas sebesar 18.000 ton kandungan nikel per tahun,” kata manajemen dikutip Kamis (30/11/2023). 

MHP itu telah selesai dibangun oleh anak usaha NCKL, yaitu PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), berhasil melakukan produksi komersial sejak awal tahun 2023 dan berhasil mencapai kapasitas produksi secara penuh dalam waktu hanya 2 bulan. Sehingga, total kapasitas terpasang dari tiga jalur produksi yang dimiliki oleh PT HPL saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 55.000 ton kandungan nikel/tahun.

Selain itu, entitas anak lainnya, PT Harita Jayaraya Feronikel (PT HJF) yang memiliki delapan jalur produksi, telah mulai beroperasi secara bertahap sejak awal tahun 2023. Pada bulan Agustus 2023, keseluruhan jalur produksi PT HJF telah berjalan dengan kapasitas penuh, mencapai kapasitas produksi Feronikel hingga 95.000 ton kandungan nikel per tahun.

Dalam konteks bisnis pertambangan, NCKL mencatat peningkatan signifikan dalam produksi biji nikel untuk memenuhi peningkatan permintaan, yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas produksi baik dari PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) maupun PT Harita Jayaraya Feronikel (PT HJF). Selama periode Januari hingga September 2023, anak usaha NCKL di sektor pertambangan berhasil memproduksi sekitar 10 juta biji nikel limonite dan 4,4 juta biji nikel saprolite.

Sementara itu, produksi HPAL setelah penambahan satu jalur produksi, perusahaan mencatat peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebesar 49% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, mencapai total 46.891 ton kandungan nikel.

Beberapa produk MHP yang dihasilkan kemudian diubah menjadi Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat, bahan baku utama untuk pembuatan ternary precursor yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik berbasis nikel. Selama sembilan bulan pertama tahun 2023, perusahaan melalui anak usahanya telah memproduksi 9.287 ton Nikel Sulfat dan 818 ton Kobalt Sulfat.

Dalam lini produksi smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), perusahaan melalui dua anak usahanya, yaitu PT Harita Jayaraya Feronikel (PT HJF) dan PT Megah Surya Pertiwi (MSP), berhasil mencatatkan total produksi Feronikel sebesar 68.994 ton kandungan nikel selama sembilan bulan pertama tahun 2023, mengalami peningkatan sebesar 268% dari tahun sebelumnya.

Selama periode sembilan bulan pertama, PT HJF melaporkan volume produksi feronikel sebesar 47.963 ton kandungan nikel, sementara PT Megah Surya Pertiwi (MSP) melaporkan volume produksi sebesar 21.031 ton kandungan nikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper