Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Seberapa Besar Pengaruh GoRide Nego? Ini Kisi-Kisi Patrick Walujo

Chief Executive Officer (CEO) GOTO Patrick Walujo menjelaskan pihaknya menguji coba layanan GoRide Nego yang memungkinkan konsumen dan pengemudi berkomunikasi.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.

Bisnis.com, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) meluncurkan layanan GoRide Nego, layanan yang memungkinkan pengguna melakukan negosiasi dengan mitra pengemudi Gojek. Chief Executive Officer (CEO) GOTO Patrick Walujo meyakini GoRide Nego tak akan mengganggu bisnis GOTO.

Chief Executive Officer (CEO) GOTO Patrick Walujo menjelaskan pihaknya menguji coba layanan GoRide Nego yang memungkinkan konsumen dan pengemudi berkomunikasi secara langsung dan menyetujui tarif perjalanan satu sama lain. 

"Ini merupakan contoh terbaru dari inovasi berkelanjutan kami yang dirancang untuk menarik pelanggan baru," kata Patrick dalam earning calls GOTO, dikutip Sabtu (11/11/2023). 

Sementara itu, Direktur dan Presiden unit bisnis On-Demand Services GOTO Catherine Hindra Sutjahyo menjelaskan layanan GoRide Nego sangat sejalan dengan strategi keterjangkauan GOTO, seperti pada layanan GoCar Hemat, GoFood Hemat, dan Transit. 

Menurut Catherine, GoRide Nego akan memungkinkan pengguna dan pengemudi memiliki lebih banyak kontrol atas harga layanan mereka. Sesuai dengan namanya Nego, manajemen GOTO meyakini layanan ini akan meningkatkan daya tarik produk tersebut karena pengguna merasa memiliki lebih banyak kontrol.

"Sebagai bagian dari strategi keterjangkauan, kami percaya ini akan membantu meningkatkan basis pengguna kami juga," ucap Catherine.

Dia melanjutkan, layanan terbaru ini tidak bersifat merugikan terhadap margin kontribusi GOTO karena penetapan harga berkaitan antara apa yang ditawarkan oleh pengemudi, dan apa yang diterima oleh pelanggan.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dan Laurencia Hiemas dalam risetnya menjelaskan manajemen GOTO menekankan bahwa guidance adjusted EBITDA positif di kuartal IV/2023 masih mungkin dicapai dengan langkah-langkah efisiensi biaya dan penawaran produk baru seperti GoNego, yang akan meningkatkan GTV dan pendapatan. 

"Manajemen juga mengisyaratkan bahwa penawaran produk baru tidak akan mengganggu bisnisnya saat ini," tulis Samuel Sekuritas, dikutip Sabtu (11/11/2023). 

Namun, Samuel Sekuritas mencatat take rate GOTO mungkin akan semakin menurun pada kuartal IV/2023 karena berbagai promosi dan diskon yang ditawarkan kepada pelanggan, sehingga hampir tidak mungkin untuk membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal IV/2023. 

Proyeksi Samuel Sekuritas tetap sama, yakni GOTO akan membukukan angka tersebur paling cepat pada kuartal II/2024, didukung oleh langkah-langkah efisiensi dan stabilisasi take rate.

Adapun Samuel Sekuritas menurunkan rating-nya terhadap saham GOTO menjadi hold dari sebelumnya buy. Samuel Sekuritas juga memangkas target price ke level Rp69 per saham. 

Penurunan ini mengingat beberapa faktor, termasuk fakta bahwa publik kini menjadi pemegang saham mayoritas GOTO yang berpotensi meningkatkan volatilitas, hilangnya beberapa personel kunci perseroan, dan potensi risiko lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper