Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Mulai Guyur Saham Bank Jago, Efek Luncurkan GoPay Tabungan?

Investor asing mulai mengguyur saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan nilai pembelian mencapai Rp30 miliar
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing mulai mengguyur saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dengan nilai pembelian mencapai Rp30 miliar dalam sebulan belakangan setelah merilis Gopay Tabungan.

Investor asing terpantau melakukan pembelian hingga Rp30 miliar selama sebulan terakhir. Hal tersebut berbanding terbalik dengan aktivitas perdagangan saham bank digital lain.

Pasalnya saham Allo Bank (BBHI) hanya membukukan net buy Rp776 juta sedangkan Bank Neo Commerce (BBYB) mencatatkan net sell Rp5 miliar.

Kendati demikian, dalam kurun waktu sebulan terakhir nilai kapitalisasi pasar ARTO telah susut 23,3%. Harga saham ARTO juga turun ke bawah level Rp2.000 sejak 6 Oktober 2023.

Analis Jasa Utama Capital Cheril Tanuwijaya mengatakan manuver asing di saham ARTO lebih mencerminkan pada peluang kenaikan yang besar di tengah valuasi yang sudah murah dan kinerja yang tetap solid. Cheril menyebutkan saat ini rasio Price to Book Value (PBV) ARTO sudah turun di bawah 3 kali dan sudah terdiskon 25% jika dibandingkan denga valuasi kompetitornya.

“Kita juga melihat ARTO semakin memperkuat kerja sama dengan mitranya dalam ekosistem GOTO melalui peluncuran aplikasi GoPay Tabungan yang nantinya akan menjadi sumber pendanaan murah ke depan,” katanya.

Cheril menambahkan dengan GoPay Tabungan, volume dana murah ARTO akan tumbuh lebih tinggi sehingga dapat menjaga marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM).

Broker asing JPMorgan juga melihat peluang saham ARTO yang terdiskon dengan memberikan rekomendasi beli saham tersebut. JPMorgan melihat momentum saat ini untuk membeli saham ARTO dan mematok target harga di Rp 2.700.

JPMorgan bahkan menilai laba bersih ARTO dapat naik 6x dibandingkan dengan tahun 2022.

“Dengan pendapatan non-bunga yang lebih besar dan CIR (Cost to Income Ratio) yang lebih rendah, kami perkirakan kenaikan laba bersih sebesar 49% secara semesteran pada paruh kedua 2023 dan pertumbuhan laba bersih tahunan 6x mencapai rekor tertinggi Rp 101 miliar.” Tulis JPMorgan dalam risetnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper