Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp15.700 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (11/10/2023).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (11/10/2023). Bisnis/Suselo Jati
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (11/10/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (11/10/2023). Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,25 persen ke Rp15.700 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,03 persen ke 105,85.

Bersamaan dengan rupiah, dolar Taiwan naik 0,09 persen, won Korea Selatan naik 0,81 persen, peso Filipina 0,20 persen, rupee India menguat 0,07 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,02 persen.

Kemudian yen Jepang turun 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dan yuan China 0,07 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dolar sebagian besar berada dalam kisaran terbatas pada hari Rabu (11/10/2023), meskipun tetap terbebani oleh komentar Federal Reserve yang dovish. 

Hal ini karena para pedagang menunggu risalah pertemuan kebijakan bank sentral yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.

Menurut Ibrahim sejumlah pejabat The Fed telah memberi isyarat dalam beberapa hari terakhir bahwa bank sentral AS mungkin tidak perlu memperketat kebijakan moneter lebih jauh dari perkiraan semula. 

Presiden Bank Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral tidak perlu menaikkan biaya pinjaman lebih jauh, dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari juga menyampaikan pernyataan serupa di kemudian hari. 

Imbal hasil Treasury AS juga mengalami penurunan menyusul komentar Fed yang dovish, dengan imbal hasil dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, mencapai level terendah satu bulan di 4,9260 persen pada hari Selasa. 

Fokusnya sekarang beralih ke risalah pertemuan kebijakan The Fed pada September yang akan dirilis pada hari Rabu, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunganya. Sentimen juga akan datang dari data inflasi AS akan dirilis pada hari berikutnya.

Sementara dari dalam negeri, pasar merespons positif terhadap pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen untuk tahun ini dan tahun 2024 mendatang. Proyeksi ini tidak berubah dibandingkan perkiraan sebelumnya. 

Sementara itu, IMF memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai 3,6 persen year-on-year (yoy) pada akhir tahun ini dan terus melandai hingga 2,5 persen yoy pada akhir tahun 2024. 

Proyeksi tersebut diambil berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter RI. IMF mengatakan proyeksi ekonomi RI didasarkan pada kebijakan pemerintah yang mempertahankan kebijakan fiskal yang netral, disertai dengan kebijakan pajak dan reformasi administrasi yang moderat, realisasi belanja negara, dan peningkatan belanja modal secara bertahap dalam jangka menengah yang sejalan dengan ruang fiskal. 

Menurutnya, IMF mengatakan asumsi kebijakan moneter Bank Indonesia sejalan dengan inflasi yang berada di kisaran target bank sentral dalam jangka menengah.

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.670-Rp15.750.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper