Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KOKA Bidik Laba Naik 135 Persen, Kontribusi Pabrik Tiang Pancang Baru

PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 135 persen sepanjang 2023 menjadi Rp45 miliar.
Jajaran direksi PT Logisticsplus International Tbk. (LOPI) dan PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bisnis/Rizqi Rajendra)
Jajaran direksi PT Logisticsplus International Tbk. (LOPI) dan PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bisnis/Rizqi Rajendra)

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten anyar di bidang konstruksi, PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 135 persen sepanjang 2023 menjadi Rp45 miliar, sedangkan pendapatan naik 45 persen atau menjadi Rp260 miliar. 

Direktur Keuangan Koka Indonesia Michael Albert menjelaskan target pendapatan dan laba seiring dengan rencana ekspansi pasar Koka di Indonesia dan China. Selain rencana perluasan pangsa pasar, KOKA akan melakukan ekspansi di material tiang pancang. 

“Kita sudah bangun pabriknya [tiang pancang], biar kita tidak hanya menyediakn jasa tapi juga segi material untuk pembangunan infrastruktur,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (11/10/2023). 

Pabrik tiang pancang KOKA yaitu PT Cahaya Mega Beton yang berlokasi di Semarang. Nantinya tiang pancang akan menyasar pembangunan-pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya. Produksi pabrik baru tersebut akan menyumbang pendapatan Rp300 miliar per tahun. 

Michael juga mengaku saat ini KOKA sudah melakukan penjajakan ke proyek IKN, namun sifatnya masih kondisional karena sesuai prospektus rencana kerja akan mulai dilakukan pada Februari 2024. 

Seperti yang diketahui, KOKA baru saja resmi melantai di Bursa Efek Indonesia hari ini. Hingga pukul 14.15 WIB saham KOKA berada di level Rp166 per saham atau naik 28,91 persen dari harga IPOnya di level Rp128 per saham. 

Jumlah saham yang dilepas dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak 715,33 juta lembar saham baru yang mewakili 25 persen dari modal disetor dan ditempatkan, dengan harga Rp 128 per lembar saham. Dengan demikian Koka akan memperoleh dana sebesar Rp91,5 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp366 miliar. 

Dana yang dihimpun dari hasil Penawaran Umum akan digunakan sekitar 17 persen untuk belanja modal meliputi pengadaan alat berat baru, dan sisanya sekitar 83 persen akan digunakan untuk modal kerja meliputi pembayaran material bahan baku konstruksi, biaya logistik pengiriman, biaya operasional di lokasi proyek dan biaya administrasi yang timbul dalam proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper