Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat (6/10/2023)

Rupiah diprediksi melemah terbatas pada akhir pekan, Jumat (6/10/2023) karena potensi penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Ilustrasi Rupiah. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan rencana implementasi redenominasi rupiah. JIBI/Bisnis.com
Ilustrasi Rupiah. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan rencana implementasi redenominasi rupiah. JIBI/Bisnis.com
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi melemah terbatas pada akhir pekan, Jumat (6/10/2023) karena potensi penguatan greenback.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak secara fluktuatif pada perdagangan Jumat (6/10/2023). Namun, rupiah diproyeksikan ditutup melemah pada rentang Rp15.600 hingga Rp15.650.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,10 persen menuju level Rp15.618 per dolar AS pada Kamis (5/10/2023). Adapun indeks dolar AS ikut turun 0,01 persen ke 106,78.

Mata uang di kawasan Asia juga mayoritas ditutup menguat. Won Korea naik 0,96 persen, yuan China menguat 0,19 persen, dan Yen Jepang naik 0,07 persen. Selanjutnya peso Filipina menguat 0,05 persen dan dolar Singapura naik 0,07 persen.

Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa gaji swasta di AS per September 2023 jauh lebih kecil dari perkiraan, sehingga menunjukkan pasar tenaga kerja di negara tersebut sedang mendingin.

“Hal ini menimbulkan keraguan bahwa Federal Reserve akan cenderung menaikkan suku bunga lagi tahun ini, sehingga mendorong imbal hasil treasury AS turun dari level tertinggi dalam 16 tahun,” ujarnya dalam riset yang dipublikasikan pada Kamis (5/10/2023).

Dari sisi domestik, Ibrahim menuturkan pemerintah optimistis perekonomian nasional masih akan terus bertumbuh dan semakin inklusif di masa depan. Hal ini pun dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara dari sisi investasi publik, keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional serta pengembangan IKN Nusantara akan mendorong pertumbuhan investasi, sekaligus menstimulasi aktivitas investasi sektor swasta.

“Membaiknya intermediasi sektor keuangan yang ditandai oleh peningkatan pertumbuhan kredit perbankan, juga akan turut mendukung aktivitas investasi,” pungkasnya.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya akumulasi 8 bulan surplus neraca perdagangan yang telah turun mencapai 30 persen year-on-year (YoY). Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor komoditas dan hasil manufaktur Indonesia.

Simak pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini secara live.

15:03 WIB
Rupiah ditutup naik

Rupiah ditutup naik 5,5 poin atau 0,04 persen ke level Rp15.612,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,09 persen ke level 106,426.

14:15 WIB
Rupiah turun 10 poin

Pukul 14.10 WIB, rupiah turun 10,5 poin atau 0,07 persen ke level Rp15.628,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,16 persen ke level 106,504.

12:38 WIB
Rupiah turun 8 poin

Pukul 12.30 WIB, rupiah turun 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp15.626 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,13 persen ke level 106,473.

11:17 WIB
Rupiah masih tertekan

Pukul 11.15 WIB, rupiah melemah 9 poin atau 0,06 persen ke Rp15.627 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,09 persen ke level 106,426.

10:23 WIB
Rupiah turun 11,5 poin

Pukul 10.20 WIB, rupiah turun 11,5 poin atau 0,07 persen menjadi Rp15.629,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS naiki 0,07 persen ke level 106,402.

09:07 WIB
Rupiah dibuka melemah

Rupiah dibuka melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level 15.621 per dolar AS per pukul 09.05 WIB.

Indeks dolar AS naik 0,07 persen ke level 106,402.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper