Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Tinggalkan Level 7.000, Saham INDY, BBNI & MEDC Tetap Tancap Gas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke posisi 6.998,38 pada perdagangan, Senin (25/9/2023), saham INDY, BBNI & MEDC tetap melaju
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke posisi 6.998,38 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (25/9/2023). Akan tetapi, saham INDY, BBNI & MEDC tetap melaju.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 0,26 persen atau 18,46 poin menuju 6.998,38 dan meninggalkan level psikologisnya 7.000. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks komposit bergerak pada rentang 6.994 hingga 7.029. 

Seiring dengan melemahnya IHSG hari ini, mayoritas saham harus mengakhiri perdagangan hari ini di zona. Tercatat ada 284 saham yang melemah pada sore ini. 

Sebaliknya, 241 saham justru berhasil menguat di tengah pelemahan IHSG, dan 235 saham lainnya parkir di tempat atau stagnan. Adapun market cap Bursa berada pada level Rp10.416,53 triliun. 

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham berkapitalisasi besar atau big cap justru berhasil mengakhiri perdagangan hari ini. Di posisi pertama ada PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang harganya melambung 3,11 persen atau 70 poin menuju posisi Rp2.320 per saham. 

Selanjutnya ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang harga sahamnya melesat 3,08 persen atau 300 poin ke Rp10.050 persen, lalu PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang sahamnya menguat 2,50 persen atau 40 poin ke posisi Rp1.640. 

Adapun, penghuni top gainers hari ini dipimpin oleh saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) yang harga sahamnya ambles 20,51 persen atau 16 poin ke posisi Rp62 per saham. 

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk. (TGUK) menyusul dengan harga saham yang anjlok 14,20 persen atau 24 poin ke posisi Rp145. Diikuti oleh perusahaan IPO AEGS, NICL, dan DGIK yang harga sahamnya terkoreksi masing-masing 9,72 persen, 8 persen, dan 7,83 persen. 

Sebelumnya, IHSG diramal masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin (25/9/2023).  Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan IHSG terlihat melakukan rebound dari support garis MA5 disertai volume.

“Selama bertahan di atas garis MA5 maka IHSG berpeluang untuk kembali membuat Higher High (HH) level dan melanjutkan fase bullish-nya,” katanya dalam riset harian, Senin (25/9/2023).  

Namun demikian, jika IHSG kembali breakdown support garis MA5 maka IHSG berpeluang untuk menguji support garis MA(20,50) sekaligus support sideways channel-nya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper