Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Selain CUAN, Emiten Tambang MEDC, PGEO, hingga UNTR Gencar Akuisisi

Sejumlah emiten tambang dan energi gencar melakukan akuisisi tambang akhir-akhir ini, seperti CUAN, MEDC, UNTR, NICL, PGEO.
Wilayah operasional tambang batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Sejumlah emiten tambang dan energi gencar melakukan akuisisi tambang akhir-akhir ini, seperti CUAN, MEDC, UNTR, NICL, PGEO.
Wilayah operasional tambang batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Sejumlah emiten tambang dan energi gencar melakukan akuisisi tambang akhir-akhir ini, seperti CUAN, MEDC, UNTR, NICL, PGEO.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah emiten tambang dan energi gencar melakukan akuisisi tambang akhir-akhir ini. Aksi korporasi tersebut diharapkan menambah kinerja keuangan perusahaan.

Sejumlah emiten yang melakukan akuisisi di antaranya ialah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), PT PAM Mineral Tbk. (NICL), PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), dan teranyar PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).

Daftar Emiten Tambang yang Melakukan Akuisisi

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)

Emiten milik Prajogo Pangestu, CUAN akan mengakuisisi 100 persen tambang batu bara milik PT Indika Energy Tbk. (INDY)  yaitu PT Multi Tambangjaya Utama. Rencana akuisisi tersebut termaktub dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) antara CUAN dan dua anak usaha INDY. 

CUAN akan membeli 2,26 miliar saham tambang yang terletak di Kalimantan Tengah tersebut dengan total investasi sebesar US$218 juta atau sekitar Rp3,34 triliun (kurs jisdor Rp15.383). Saat ini, Multi Tambangjaya Utama memiliki wilayah konsesi seluas 24.970 hektar, di mana lebih dari 7.000 hektar telah dipetakan.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)

Selanjutnya emiten migas milik keluarga Arifin Panigoro, MEDC. Dalam beberapa waktu terakhir, MEDC gencar melakukan aksi korporasi, mulai dari persiapan ekspor listrik ke Singapura hingga penuntasan akuisisi aset Timur Tengah. 

Pada keterbukaan informasi terakhir, MEDC telah menandatangani EDC menandatangani perjanjian untuk melakukan pengambilalihan 20 persen non-operating participating interest di aset produksi yang berlokasi di Timur Tengah. Manajemen tidak merincikan nilai transaksi karena terkait dengan kewajiban rahasia dengan negara tersebut. 

Selain membeli aset Timur Tengah, ternyata MEDC juga akan menjual kepemilikan efektif working interest sebesar 31,88 persen di Block 12 W (ChimSao), Vietnam. Transaksi ini akan dituntaskan sebelum akhir tahun.

PT United Tractors Tbk. (UNTR)

Grup Astra UNTR juga tak ketinggalan, melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), UNTR menguasai 19,99 persen saham Nickel Industries Limited.

Mengutip keterbukaan informasi, Nickel Industries Limited akan mengeluarkan 857 juta saham baru dengan harga 1,10 dolar Australia. Sehingga total transaksi akuisisi ini mencapai nilai 942,7 juta dolar Australia setara Rp9.319.638.826.911,60 (kurs Rp9.886,11 per dolar Australia).

PT PAM Mineral Tbk. (NICL)

Selanjutnya emiten Konglomerat Christopher Sumasto Tjia NICL berencana untuk membeli sebagian tambang nikel yang dimiliki oleh PT Sumber Mineral Abadi (SMA). 

Manajemen PAM Mineral menjelaskan bahwa NICL akan mengakuisisi saham baru SMA, sebesar 50 persen dari saham yang telah diterbitkan oleh SMA, dengan nilai transaksi maksimal sebesar Rp140 miliar. Kesepakatan ini diatur dalam sebuah Perjanjian Pembelian Saham Baru dengan Ketentuan Tertentu (PPSBB).

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO)

Terakhir entitas Pertamina yaitu PGEO. PGEO dilaporkan telah mengambil alih Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Lampung, yang memiliki kapasitas hingga 105 megawatt.

Selain CUAN, Emiten Tambang MEDC, PGEO, hingga UNTR Gencar Akuisisi

PGEO, bersama dengan mitra konsorsiumnya, Chevron Geothermal, telah mengusulkan komitmen eksplorasi senilai hingga US$28,85 juta atau sekitar Rp431,01 miliar. Tawaran ini mengacu pada nilai eksplorasi sekitar US$7,59 hingga US$9,87 per kilowatt jam (kWh). WKP Way Ratai direncanakan akan mencapai Commercial on Date (COD) pada tahun 2032. 

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Bisnis PGEO Rachmat Hidayat mengatakan saat ini Pertamina Geothermal Energy dan Chevron sedang dalam proses pemenuhan regulasi setelah dipilih sebagai pemenang lelang WKP oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk memulai kegiatan eksplorasi di WKP Way Rata 

“PLTP tersebut memiliki potensi kapasitas sebesar 55 MW, sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero),” kata Rachmat Hidayat kepada Bisnis, Minggu (24/9/2023). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper