Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prospek IPO Barito Renewables Energy (BREN) Tersulut Isu EBT

IPO emiten EBT Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terdorong sentimen semarak energi terbarukan.
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. IPO emiten EBT Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terdorong sentimen semarak energi terbarukan. /JIBI-Rachman
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. IPO emiten EBT Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terdorong sentimen semarak energi terbarukan. /JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Hajatan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) emiten taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terjadi saat Pemerintah menggenjot bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk listrik jangka panjang.

Equity Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan saat ini secara umum emiten-emiten EBT dalam jangka menengah dan panjang cukup menjanjikan. hal tersebut karena pemerintah sedang gencar melakukan eksternalitas negatif energi fosil yaitu pencemaran udara. 

"Menurut saya prospek saham emiten EBT dalam jangka menengah panjang cukup menjanjikan ya," katanya kepada Bisnis, Jumat (15/9/2023). 

Fokus pemerintah tersebut tercermin dari rencana PT PLN merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terkait peningkatan bauran EBT hingga 75 persen. 

Oleh karena itu, potensi pertumbuhan relatif besar untuk industri EBT di Indonesia. Alhasil, peningkatan bauran EBT akan mendorong juga kinerja emiten-emiten terkait. 

Begitu pula dengan IPO BREN, kata Felix, akan dipandang positif oleh para investor karena katalis EBT tersebut. 

Di sisi lain, IPO BREN juga akan menjadi katalis positif bagi saham-saham afiliasi Prajogo Pangestu lainnya, seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Candra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO). 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (15/9/2023) ketiga saham tersebut masuk dalam jajaran top gainers. 

BRPT terpantau naik 10,94 persen dan parkir di posisi Rp1.420 per saham. Sepanjang perdagangan BRPT bergerak di level Rp1.275 hingga Rp1.450 per saham. 

Selanjutnya saham TPIA menguat 13,72 persen dan parkir di posisi Rp2.570 per saham. Sepanjang perdagangan, TPIA bergerak di level Rp2.280 hingga Rp2.650. Sementara itu, PGEO naik 15,04 persen ke level Rp1.415 per saham. 

Selain berpengaruh ke saham-saham afiliasi, IPO BREN disebut akan mendorong perusahan serupa untuk maju melantai di Bursa Efek Indonesia. 

"Hal tersebut menandakan antusiasme investor pada emiten-emiten EBT dan juga menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis," imbuh Felix.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper