Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vale Indonesia (INCO) Akui Bayar Fee ke Induk di Kanada, Untuk Apa?

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengakui adanya pembayaran rutin kepada Vale Base Metals yang bermarkas di Toronto, Kanada.
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis/Paulus Tandi Bone
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengakui adanya pembayaran rutin kepada Vale Base Metals, entitas induk bisnis logam Vale yang bermarkas di Toronto, Kanada. 

Legal Director Vale Indonesia Anggun Kara Nataya mengatakan, saat ini INCO memang melakukan pembayaran service fee kepada Vale. Pembayaran yang dimaksud adalah jasa upah perbantuan sisi teknologi Vale Canada Limited, yang merupakan bagian dari Vale Base Metals, terhadap Vale Indonesia saat pabrik baru dibangun sekitar 1970. 

“Sekarang itu bisa kami sampaikan sebenarnya kuantitasnya sangat minim dan itu bukan fixed fee hanya apabila kami memerlukan bantuan. Jadi sifatnya sama seperti kita membutuhkan service dari vendor-vendor lainnya,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (29/8/2023). 

Anggun mengeklaim pembayaran kepada Vale Canada tersebut selalu dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan publik sebagai perusahaan terbuka. 

Pembayaran yang dilakukan INCO disebut berdasarkan permintaan service. Anggun juga menjabarkan bahwa dari tahun-ke tahun biaya yang dikeluarkan untuk service ke Vale Canada terus berkurang. Dia menyebutkan, salah satu contoh adalah pada 2022, pembayaran hanya 1 persen dari laba bersih. 

Sebelumnya, Direktur Utama Holding BUMN Tambang MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa INCO memiliki perjanjian teknis dan bantuan manajemen atau management assistant agreement dengan induknya yang mengharuskan INCO membayar sejumlah biaya rutin kepada induk langsung dari pendapatan.

“Yang oleh Vale Base Metal diambil langsung dari pendapatan INCO selama ini, dari topline, sedangkan kita [MIND ID] dapat dividen baru sekali dalam 3 tahun,” kayanya.

Hendi juga meminta adanya perombakan ketentuan dalam shareholder agreement, investor rights agreement, termasuk ketentuan ketentuan block voting yang berpotensi menghambat pengembangan ke depan bila terjadi divestasi lanjutan. 

Selain terkait pembayaran ‘rutin’ kepada induk, INCO juga dicecar terkait saham free float. Komisi VII berpendapat bahwa 60 persen dari saham yang tersebar di masyarakat masih dimiliki oleh asing yang diduga terafiliasi dengan perseroan. 

Menanggapi hal tersebut, manajemen INCO menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kendali dalam proses jual beli saham di Bursa Efek Indonesia. Jual beli di pasar modal tunduk dalam aturan bursa dan ketentuan pasar modal. 

“Adapun, pemegang saham berubah setiap saat, kami tidak memiliki kendali,” kata Anggun mewakili manajemen Vale Indonesia. 

Anggun mengakui bahwa memang ada kepemilikan asing dalam saham free float. Namun, ia membela bahwa INCO tidak memiliki kendali atas jual beli yang terjadi. 

Hingga saat ini, komposisi pemegang saham INCO adalah Vale Canada Limited selaku pengendali sebesar 43,79 persen atau 4,35 miliar saham, MIND ID sebesar 20 persen atau setara 1,98 miliar saham.

Kemudian, Sumitomo Metal Mining sebesar 15,03 persen atau 1,49 miliar saham, masyarakat nonscript sebesar 20,38 persen atau setara 2,02 miliar saham, dan masyarakat dengan warkat sebesar 0,80 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper