Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.219, Dolar AS Naik Tipis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke Rp15.219 pada perdagangan akhir pekan Jumat (11/8/2023). Adapun indeks dolar terpantau menguat.
Ilustrasi utang pemerintah Indonesia dalam mata uang rupiah dan dolar AS. JIBI/Himawan L Nugraha. rn
Ilustrasi utang pemerintah Indonesia dalam mata uang rupiah dan dolar AS. JIBI/Himawan L Nugraha. rn

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan Jumat (11/8/2023) ke Rp15.219 per dolar Amerika Serikat di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat. Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,22 persen atau turun 34 poin sehingga parkir di Rp15.219 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar menguat 0,01 persen atau naik 0,015 poin ke 102,38 dibandingkan dengan posisi pembukaan 102,50.

Di kawasan Asia Pasifik, yen Jepang dan baht Thailand menjadi segelintir mata uang yang menguat dengan kenaikan masing-masing 0,12 persen dan 0,14 persen.

Bersama rupiah, won Korea Selatan tertekan dengan pelemahan 0,67 persen. Begitu pula yuan China yang turun 0,21 persen dan peso Filipina melemah 0,17 persen.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya mencatat penguatan dolar terjadi di tengah respons pasar atas data inflasi Amerika Serikat, sekaligus ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Tingkat inflasi tahunan di AS tercatat naik menjadi 3,2 persen pada Juli 2023 dari 3 persen pada Juni 2023, sementara ekspektasi pasar sebesar 3,3 persen.

Dari Eropa, ekonomi Inggris tumbuh 0,2 persen pada kuartal II/2023 atau di atas estimasi pasar yang memperkirakan pergerakan landai. Meski demikian, Inggris Raya masih menjadi satu-satunya ekonomi besar yang belum menorehkan pertumbuhan seperti sebelum pandemi Covid-19 dan tetap mencatatkan inflasi tinggi.

Sementara itu di dalam negeri, perekonomian Indonesia diperkirakan dapat tetap tumbuh di angka 5,1 persen pada 2023, didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan percepatan penyelesaian konstruksi proyek-proyek infrastruktur pada 2024 atau menjelang pergantian Presiden RI.

Peningkatan belanja anggaran diestimasi terjadi pada kuartal IV/2023, begitu pula belanja dari partai politik. Hal ini sejalan dengan fenomena menjelang Pemilihan Umum 2019 ketika Indonesia menggelar pesta demokrasi.

Melihat serangkaian sentimen ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan dibuka fluktuatif pada Senin (14/8/2023), tetapi ditutup melemah di rentang  Rp15.200—Rp15.260 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper