Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raja Minyak Saudi Aramco Tebar Dividen Rp446 Triliun Meski Laba Anjlok

Total pembayaran dividen Saudi Aramco tahun ini bertambah menjadi US$29,4 miliar, dari tahun lalu yang sebanyak US$18,8 miliar.
Pegawai Saudi Aramco berjalan di Departemen Pemrosesan Khurais yang terletak di ladang minyak Khurais, Arab Saudi, Senin (28/6/2021).Bloomberg/Maya Siddiqui
Pegawai Saudi Aramco berjalan di Departemen Pemrosesan Khurais yang terletak di ladang minyak Khurais, Arab Saudi, Senin (28/6/2021).Bloomberg/Maya Siddiqui

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen minyak terbesar di dunia Saudi Aramco meningkatkan jumlah pembayaran dividen tahun ini sebanyak lebih dari setengah dibandingkan dividen reguler tahun lalu kepada pemegang saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Arab Saudi, Senin (7/8/2023), total pembayaran dividen tahun ini bertambah menjadi US$29,4 miliar atau setara Rp446,43 triliun. Dividen tersebut termasuk dividen yang terkait laporan keuangan terakhir 30 Juni 2023. Nilai dividen ini melejit dari dividen tahun lalu yang mencapai US$18,8 miliar.

Adapun dividen per saham yang dibagikan tahun ini setara 0,4554 riyal Arab Saudi, sementara saham yang berhak atas dividen tersebut mencapai 241.940.349.607 saham. Secara rinci, dividen tahun ini terbagi dua, yakni dividen dasar sebesar 0,3024 riyal per saham, dan dividen terkait kinerja sebesar 0,1530 riyal per saham.

“Saudi Aramco mengumumkan dividen dasar kepada pemegang saham untuk kuartal II/2023, yang sejalan dengan kebijakan dividen Saudi Aramco yang yang berkelanjutan dan progresif,” tulis manajemen.

Selain itu, Saudi Aramco mengumumkan distribusi pertama dividen terkait kinerja kepada pemegang saham berdasarkan laporan laba gabungan setahun penuh 2022 dan laba selama enam bulan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2023.

Sementara itu, mengutip Financial Times, Senin (7/8/2023), laba kuartal II/2023 Saudi Aramco anjlok lebih dari sepertiga dari rekor tertinggi tahun lalu karena harga minyak yang lebih rendah dan pemotongan produksi mengikis kinerja grup.

Laba bersih Saudi Aramco menembus US$30,1 miliar pada kuartal II/2023, turun 38 persen dari rekor US$48,4 miliar setahun yang lalu. Sebelumnya rata-rata analis memperkirakan laba bersih perusahaan sebesar US$29,8 miliar.

Arab Saudi memperingatkan pada pekan lalu bahwa mereka dapat memperdalam pengurangan produksi minyak karena memperpanjang pembatasan pasokan sukarela dengan Rusia untuk satu bulan lagi.

Baru-baru ini Perusahan manajemen aset terbesar di dunia, BlackRock Inc., harus menghadapi kemarahan kliennya usai menunjuk Bos Saudi Aramco Amin Nasser sebagai salah satu direksi perseroan.

BlackRock mengumumkan bergabungnya Chief Executive Office (CEO) Saudi Aramco Amin Nasser ke jajaran direksi perseroan yang mencerminkan komitmen menjadikan Timur Tengah sebagai strategi jangka panjang.

Seperti dilaporkan Bloomberg awal pekan ketiga Juli 2023, Nasser telah memimpin Saudi Aramco sejak 2015. Kehadirannya disebut oleh Bos BlackRock Larry Fink akan memberikan perspektif unik dalam isu-isu kunci yang dihadapi perusahaan dan klien.

“Pengalaman kepemimpinan Nasser, pemahaman terhadap industri energi global, langkahnya mendorong pergeseran ke arah ekonomi rendah karbon, serta pengetahuan tentang kawasan Timur Tengah akan memberikan kontribusi berarti bagi jajaran direksi BlackRock,” ujar Larry Fink seperti dikutip, Kamis (20/7/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Financial Times
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper