Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Blue Bird (BIRD) Ekspansi ke Sumatra dan Kalimantan Mulai 2024

PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menargetkan ekspansi wilayah operasional ke Sumatra dan Kalimantan pada 2024 untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird (BIRD) di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird (BIRD) di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten taksi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menargetkan akan melakukan perluasan ekspansi wilayah operasional ke Sumatra dan Kalimantan pada 2024 mendatang.

Direktur Utama BIRD Adrianto (Andre) Djokosoetono mengatakan, sejauh ini, wilayah operasional Blue Bird sudah tersedia di 18 kota di seluruh Indonesia, dan akan merambah ke pulau-pulau besar lainnya.

"Kami melihat [target perluasan wilayah operasional] di Kalimantan dan Sumatra, namun kami belum menentukan di kota mana saja. Tapi, kami melihat tahun depan Sumatra potensinya masih ada," ujar Andre di kantornya, Senin, (17/7/2023).

Menurutnya, perseroan melihat potensi perluasan wilayah ekspansi ke kota-kota tier 2 dan tier 3. Meskipun begitu, Andre belum bisa mengungkap kota mana saja yang tengah dibidik perseroan.

"Fokusnya sih empat pulau besar yang akan kami lihat, Jawa juga masih ada kota tier 2 dan 3 yang kami belum masuk, Sumatra juga ada, Kalimantan kami baru ada segmen rental car, jadi kami mau coba lengkapi juga," tuturnya.

Kendati demikian, Andre juga belum dapat merincikan besaran nilai investasi perluasan wilayah operasional BIRD tersebut, lantaran masih perlu didiskusikan dengan internal perusahaan terlebih dahulu.

"Karena masih tahun depan budgetnya belum di-approve sih. Nanti kalau sudah nanti saya kasih bocoran," ucapnya.

Dia mengatakan, perluasan wilayah operasional ke kota-kota tier 2 dan 3 tidak akan berdampak signifikan terhadap bisnis perseroan seperti di kota-kota besar lainnya. Namun hal itu menurutnya perlu dilakukan perseroan untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

"Namanya juga penambahan operasional di kota tier 2 dan 3 jadi secara size impactnya tidak akan terlalu banyak, tapi kenapa kami tetap lakukan? Karena itu penting kehadiran dan relevansi kami terhadap customer baik itu individual maupun korporat," tutur Andre.

Tak hanya memperluas wilayah operasi, ekspansi perseroan yang akan dilakukan yaitu menambah armada mobil listrik hingga 500 unit tahun ini. Sejauh ini Blue Bird sudah memiliki sekitar 180 unit mobil listrik yang mencakup layanan e-BlueBird, e-SilverBird, dan e-GoldenBird, dan masih akan bertambah menggunakan belanja modal (capex) sebesar Rp2 triliun tahun ini.

"Capex kami tahun ini Rp2 triliun sebagian besar untuk peremajaan dan penambahan armada. Sudah, dicadangkan buat 500 unit mobil listrik itu sekitar Rp325 miliar [rata-rata Rp650 juta per unit]," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper