Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wijaya Karya (WIKA) Prediksi Pendapatan Naik Jadi Rp38,88 Triliun pada 2023

Wijaya Karya (WIKA) memprediksi kenaikan pendapatan akan disebabkan oleh burning rate yang optimal untuk memproduksi kontrak dihadapi menjadi penjualan.
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten BUMN karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menargetkan pendapatan sebesar Rp38,88 triliun atau naik 81,02 persen pada 2023.

Dalam Laporan Tahunan 2022, manajemen WIKA menyebut emiten konstruksi plat merah tersebut diproyeksikan memperoleh pendapatan sebesar Rp38,88 triliun pada 2023. Proyeksi tersebut naik 81,02 persen dari realisasi pendapatan Rp21,48 triliun pada 2022.

“Hal ini lebih disebabkan oleh burning rate yang optimal untuk memproduksi kontrak dihadapi menjadi penjualan,” tulis manajemen dalam Laporan Tahunan 2022 dikutip Senin (12/6/2023).

WIKA juga menargetkan laba kotor menembus Rp3,05 triliun atau naik 38,79 persen untuk 2023. Laba kotor WIKA mencapai Rp21,48 triliun pada 2022. Namun, dalam laporan tahunan tersebut manajemen WIKA tidak menyebutkan berapa proyeksi laba bersih untuk 2023.

Adapun manajemen WIKA memproyeksikan untuk  order book atau kontrak dihadapi mencapai Rp85,11 triliun pada 2023. Order book tersebut naik 13,11 persen dari realisasi Rp75,24 triliun sepanjang 2022.

“Hal ini lebih disebabkan oleh sasaran kontrak baru di bidang infrastruktur dan gedung,” ujar manajemen.

Dari sisi kontrak baru WIKA mengincar pertumbuhan hingga 12,81 persen atau menjadi sebesar Rp37,62 triliun pada 2023. Kontrak baru tersebut diproyeksikan naik dari Rp33,35 triliun dibandingkan capaian 2022.

Dalam hal kontrak baru, WIKA akan menyasar kontrak untuk bidang infrastruktur dan gedung terutama untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

WIKA juga memproyeksikan tidak akan ada pembagian dividen untuk tahun buku 2023. Hal ini lantaran WIKA masih fokus pada perkuatan modal kerja.

Sebagai informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp8 triliun untuk WIKA sebagai upaya membantu kondisi yang dinilai sedang mengalami kesulitan keuangan.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan PMN yang akan diberikan untuk WIKA bertujuan untuk penguatan permodalan. WIKA dinilai membutuhkan PMN lantaran kesulitan keuangan dan mengalami standstill atau penundaan pembayaran utang perbankan.

“Saat ini yang kita ajukan sebagai tambahan PMN 2023 yang akan cair di awal 2024 sebesar Rp8 triliun untuk penguatan permodalan WIKA yang memang saat ini sedang mengalami restrukturisasi keuangan,” jelas Tiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper