Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengelola Mal Pekanbaru (PAMG) Berhasil Balikan Rugi Jadi Laba Rp279,20 Juta

Pengelola Mal Pekanbaru, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG) berhasil membalikan rugi Rp830,04 juta menjadi laba bersih Rp279,20 juta pada kuartal I/2023.
Jajaran direksi PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG). Perusahaan pengelola mal Pekanbaru itu berhasil membalikan rugi Rp830,04 juta menjadi laba bersih Rp279,20 juta pada kuartal I/2023.
Jajaran direksi PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG). Perusahaan pengelola mal Pekanbaru itu berhasil membalikan rugi Rp830,04 juta menjadi laba bersih Rp279,20 juta pada kuartal I/2023.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola pusat perbelanjaan Mal Pekanbaru, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG), berhasil menorehkan kinerja positif sepanjang kuartal I/2023 setelah mampu membalikan rugi Rp830,04 juta menjadi laba bersih Rp279,20 juta.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2023, PAMG mencatatkan pendapatan Rp13,61 miliar naik 6,08% dari pendapatan kuartal I/2022 sebesar Rp 12,83 miliar.

Berdasarkan segmennya, pendapatan terbesar masih diperoleh dari pendapatan sewa Rp6,75 miliar atau berkontribusi 50%, sementara sisanya disumbang dari bisnis pengelolaan.

Direktur Utama Bima Sakti Pertiwi Christopher Sumasto Tjia mengatakan pemulihan kinerja perseroan tahun ini didorong oleh optimisme pertumbuhan ekonomi yang akan berlanjut di tahun ini imbas diakhirinya PPKM oleh presiden Jokowi pada awal tahun lalu.

“Sejalan dengan mulai berakhirnya pandemi dan selesainya pembatasan sosial, maka jalur wisata pun telah terbuka. Sebab itu kami optimistis tingkat wisatawan dan tingkat pengunjung mal akan meningkat sehingga berpengaruh positif terhadap pencapaian kinerja kami,” kata Christopher, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (26/5/2023).

Adapun sepanjang tahun 2022, PAMG membukukan pendapatan sebesar Rp54 miliar, meningkat 17% dari pendapatan di tahun sebelumnya Rp46 miliar.

Peningkatan pendapatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan pendapatan sewa 26,84% atau setara Rp 5,6 miliar dan pendapatan pengelolaan yang naik 8,74% atau setara dengan Rp 2,2 miliar.

Direktur Keuangan PAMG Leonardus Sutarman menjelaskan, efektivitas strategi pemasaran dan didukung dengan efisiensi yang baik membuat perseroan berhasil memangkas rugi bersih di 2022 sebesar 69% menjadi Rp3,2 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang rugi Rp10,46 miliar.

“Penurunan ini berpengaruh terhadap penurunan rugi neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali menjadi sebesar minus Rp 1,03 per saham pada tahun 2022 dari minus Rp 3,35 pada tahun 2021,” kata Leonardus.

Sampai dengan akhir Desember 2022, perseroan mencatat volume kunjungan masyarakat di Mal Pekanbaru sebanyak 6.863.127 orang, meningkat 46% dibanding kunjungan di tahun 2021 yakni 4,7 juta pengunjung.

Sementara untuk target PAMG di tahun ini, Christopher mengatakan perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan tingkat kunjungan di Mal Pekanbaru dengan mengadakan banyak acara kegiatan hiburan, perayaan dan sejenisnya.

“Dalam waktu 3 tahun ke depan, kami akan fokus melebarkan unit bisnis F&B, misalnya Foodcourt dan menawarkan unit-unit yang tersedia kepada perusahaan dengan merek dagang terkenal, branded, dan memberikan harga sewa yang “bersahabat” kepada pemilik UMKM. Kami juga menyiapkan konsep Jewelery Center guna menarik kalangan,” Kata Christopher.

Dia menjelaskan, prospek bisnis perusahaan sebetulnya ditopang dengan keunggulan wilayah Riau, khususnya Pekanbaru yang menjadi basis operasi. Sebagai salah satu kota di Riau, Pekanbaru memiliki kontribusi yang tinggi dalam merealisasi program pemerintah antara lain dengan pusat perbelanjaan dan tempat wisata, seperti Bukit Warna Warni, Bukit Kapur Air Hitam, Danau Lembah Sari dan Taman Rekreasi Alam Mayang.

“Pekanbaru juga merupakan pintu masuk bagi wisatawan nusantara dan mancanegara yang ingin mengunjungi Riau. Karena itu kebutuhan akan perhotelan dan kunjungan pusat perbelanjaan diperkirakan meningkat.”

Apalagi, katanya, pola belanja online saat ini tidak memberikan efek rekreasi dan hiburan bagi konsumen sedangkan belanja offline dapat terdapat memberikan ruang sosialisasi, hiburan, rekreasi serta pengalaman tersendiri. “Sebab itu, kami optimistis peluang ini akan kami maksimalkan demi mendorong kinerja perusahaan tahun ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper