Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prospek Menarik, Simak Rekomendasi Saham-Saham ESG Potensi Cuan

Saham-saham berbasis ESG dinilai bisa menjadi pilihan menarik investor saat ini karena potensi penguatan di masa depan.
Saham-saham berbasis ESG dinilai bisa menjadi pilihan menarik investor saat ini karena potensi penguatan di masa depan. Bisnis/Himawan L Nugraha
Saham-saham berbasis ESG dinilai bisa menjadi pilihan menarik investor saat ini karena potensi penguatan di masa depan. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham berbasis environment, social, and governance (ESG) dinilai bisa menjadi pilihan menarik investor saat ini dan berpotensi memberi keuntungan pada masa mendatang (capital gain). 

Research and Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menilai saham-saham berbasis ESG akan menjadi saham yang makin diminati ke depannya, seiring dengan dinamika dan kebutuhan global yang makin menyadari isu-isu lingkungan, sosial, dan tata kelola berkelanjutan.

Prospek saham-saham ESG setidaknya tecermin dari performa indeks-indeks ESG di Bursa Efek Indonesia yang kompak menorehkan return positif sepanjang 2023. Kinerja tersebut kontras dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih terkoreksi secara year to date (YtD).

“Dari empat indeks ESG, semuanya kompak mencatatkan peningkatan secara YtD di tengah pelemahan IHSG,” katanya, Rabu (24/5/2023).

Sebagai contoh, indeks SRI-KEHATI telah terapresiasi 5,29 persen sepanjang 2023. Begitu pula dengan ESG Quality 45 IDX Kehati yang menguat 4,36 persen YtD.

Nicodimus mengatakan saham-saham ESG pilihan utama Infovesta mencakup empat bank terbesar penghuni IDX SRI-KEHATI yakni BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA. Dia menilai perusahaan-perusahaan ini memiliki fundamental yang kuat dan diselimuti sentimen positif seiring dengan berakhirnya era kenaikan suku bunga.

Adapun target harga yang disematkan untuk BBRI adalah sebesar Rp5.700 per saham. Kemudian BMRI Rp5.400, BBNI Rp9.500, dan BBCA di Rp9.400.

“Selain itu rekomendasi kami mencakup ICBP dan INDF, masing-masing dengan target harga Rp12.000 dan Rp7.300 di tengah sentimen inflasi yang melandai dan semarak kampanye pemilihan umum,” kata dia.

===

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper