Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Elnusa (ELSA) Cetak Pertumbuhan Laba 247,6 Persen pada 2022

Elnusa (ELSA) mencetak pertumbuhan pendapatan 51 persen dan laba 247,6 persen pada 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Elnusa (ELSA) mencetak pertumbuhan pendapatan 51 persen dan laba 247,6 persen pada 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. /elnusa.co.id
Elnusa (ELSA) mencetak pertumbuhan pendapatan 51 persen dan laba 247,6 persen pada 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. /elnusa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengumumkan laporan kinerja keuangan 2022 yang telah di audit, dengan pertumbuhan laba cemerlang hingga 247,6 persen. 

Berdasarkan laporan keuangan 2022, Elnusa berhasil menutup tahun dengan membukukan kinerja yang lebih baik dan melampaui kinerja ditahun sebelumnya serta target perusahaan pada 2022. Emiten bersandi saham ELSA tersebut mencatatkan capaian laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp378,06 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 247,6 persen year on year (yoy). 

Kenaikan laba bersih Elnusa juga bersumber dari capaian pendapatan usaha yang bertumbuh. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp12,3 triliun pada 2022, naik 51 persen yoy dari 2021 sebesar Rp8,1 triliun. 

Direktur Keuangan ELSA Bachtiar Soeria Atmadja mengatakan capaian kinerja ELSA sepanjang 2022 didorong dengan adanya peningkatan aktivitas hulu migas. 

"Pendapatan usaha konsolidasi ini dikontribusikan melalui segmen jasa distribusi dan logistik energi sebesar 59 persen, jasa hulu migas terintegrasi 32 persen, dan jasa penunjang migas 9 persen. Perolehan tersebut didorong atas peningkatan disemua segmen bisnis Perseroan seiring dengan peningkatan aktivitas hulu migas dan kebutuhan BBM industri maupun masyarakat," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/3/2023). 

Di samping itu, total aset ELSA juga mengalami kenaikan, dari Rp7,23 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp8,83 triliun. Adapun, ELSA juga mencatat kenaikan liabilitas baik jangka pendek dan jangka panjang. 

Liabilitas jangka pendek ELSA tercatat naik dari Rp2,56 triliun pada 2021 menjadi Rp3,53 triliun pada 2022, dan liabilitas jangka panjang naik drai Rp895,48 miliar pada 2021 menjadi Rp1,18 triliun pada 2022. 

Bachtiar mengatakan, perseroan telah menyiapkan landasan yang lebih kuat untuk menjadikan 2022 sebagai awal perbaikan dari capaian sebelumnya. Atas upaya tersebut Elnusa juga berhasil mencatatkan Ebitda Rp1,15 triliun atau tumbuh 16 persen dari tahun sebelumnya Rp985 miliar, laba bruto Rp912 miliar, laba operasi Rp498 miliar dan kas setara kas mencapai Rp1,65 triliun.

"Pada 2022 Perseroan lebih selektif dalam melakukan realisasi belanja modal, adapun belanja modal Elnusa tahun 2022 yang terserap adalah sebasar Rp409 miliar dan dimanfaatkan untuk berbagai investasi yang mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis. Beberapa diantaranya untuk pengembangan jasa hulu, jasa distribusi dan logistik energi serta jasa penunjang migas," papar Bachtiar.

Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan untuk memperkuat daya tahan terhadap keuangan dan menjaga bisnis yang berkelanjutan ke depan, ELSA berupaya memperkuat bisnis inti.

Elnusa juga konsisten menerapkan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat guna, optimal dan mengambil peluang dalam pengembangan bisnis yang bukan hanya berfokus pada industri migas, tetapi juga non migas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper