Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah IPO, Produsen Makanan Bayi Hassana Boga Sejahtera (NAYZ) Akan Langsung Bagi Dividen

Produsen makanan bayi, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) berencana membagikan dividen maksimal 50 persen dari laba setelah IPO.
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ)
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ)

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen makanan bayi, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) berencana langsung membagikan dividen maksimal 50 persen dari laba kepada para pemegang sahamnya pada tahun pertama setelah melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO.

Hassana Boga Sejahtera dalam prospektusnya mengemukakan bahwa para pemegang saham baru yang berasal dari IPO ini bakal memperoleh hak-hak yang sama dan sederajat dengan pemegang saham lama, termasuk hak untuk menerima dividen. Pembagian dividen rencananya akan dimulai di tahun yang sama dengan IPO.

“Setelah IPO mulai tahun 2023, manajemen Perseroan berencana untuk membayarkan dividen kas kepada pemegang saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2022,” tulis manajemen NAYZ.

Meski menjanjikan dividen tak lama setelah IPO, manajemen NAYZ mengatakan kebijakan tersebut akan diterapkan dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan dan tanpa mengurangi hak dari rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk menentukan keputusan lain sesuai dengan anggaran dasar.

“Berdasarkan hukum Indonesia, pembayaran dividen akhir setiap tahun wajib disetujui oleh pemegang saham pada rapat umum pemegang saham tahunan setelah adanya rekomendasi dari Direksi Perseroan, yang selanjutnya akan bergantung pada pendapatan, keadaan operasional dan keuangan, kondisi likuiditas, rencana belanja modal, peluang akuisisi, prospek bisnis masa depan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan faktor lain yang dianggap relevan oleh Direksi Perseroan,” lanjut manajemen.

NAYZ dapat mengumumkan dividen final setiap tahun apabila memiliki laba ditahan yang positif. Sebagian dari laba bersih, sebagaimana ditentukan oleh rapat umum pemegang saham tahunan, harus dialokasikan ke dana cadangan sampai jumlah dana cadangan tersebut mencapai setidaknya 20 persen dari jumlah modal disetor.

Berdasarkan laporan keuangan per Oktober 2022 yang belum diaudit, NAYZ melaporkan akumulasi penjualan bersih sebesar Rp26,79 miliar. Angka itu naik dari posisi per Oktober 2021 sebesar Rp20,91 miliar.

Meski demikian, laba tahun berjalan NAYZ per Oktober 2022 tercatat hanya sebesar Rp614,69 juta, lebih rendah dari Rp1,91 miliar per Oktober 2021.

Sampai prospektus diterbitkan, NAYZ melaporkan bahwa tidak terdapat riwayat pembagian dividen. NAYZ menjelaskan perseroan masih terus melakukan ekspansi bisnis sehingga seluruh keuntungan yang diperoleh digunakan untuk belanja modal dan kebutuhan ekspansi lainnya.

“Sampai dengan prospektus ini diterbitkan, Perseroan belum pernah membayarkan dividen kepada pemegang saham,” tulis manajemen dalam prospektus.

Adapun struktur pemegang saham NAYZ sebelum IPO mencakup PT Hassana Investa Utama dengan kepemilikan 50,98 persen, kemudian PT Asiavesta Investama Jaya sebesar 24,51 persen, Achmad Machlus Sadat 19,61 persen, dan PT Nusa Perkasa International sebesar 4,90 persen.

Produsen makanan bayi tersebut didirikan pada 2 Oktober 2014 dan menjalan aktivitas di bidang industri makanan bayi. NAYZ mengelola sebuah pabrik yang berlokasi di Tangerang.

Dalam prospektusnya, NAYZ akan melepas 510 juta saham dalam IPO atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal Rp10 per saham, dengan harga penawaran Rp100—Rp120 per saham. Oleh karena itu, NAYZ berpotensi meraih dana IPO sebesar Rp51 miliar sampai Rp61,2 miliar.

NAYZ juga menerbitkan 510 juta waran seri I. Setiap pemegang saham baru akan berhak memeroleh 1 waran seri I. Harga pelaksanaan waran seri I Rp125 sehingga perseroan berpotensi meraup dana tambahan Rp63,75 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek ialah PT Fajar Surya Sekuritas. Penjamin emisi efek ditentukan kemudian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper